Chatib Basri Ungkap RI Tak Bisa Lama-lama Terapkan PSBB, Ini Alasannya

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 13:47 WIB
Chatib Basri
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ekonom Chatib Basri mengungkap alasan Indonesia sulit terapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terlalu lama. Menurutnya, jaminan sosial negara tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakatnya.

"Kalau meminta orang tinggal di rumah, kita harus bayar mereka. Itu yang menjelaskan kenapa India, Meksiko, Indonesia sulit melakukan PSBB atau lockdown karena jaminan sosial kita nggak cukup," kata Chatib dalam webinar, Selasa (28/7/2020).

Kebijakan PSBB yang diterapkan selama ini juga dinilai bias karena dianggap hanya memikirkan kelompok tertentu khususnya bagi kelompok menengah atas. Sebab masyarakat yang bisa tinggal di rumah tanpa beraktivitas adalah kelompok tersebut.

"Jadi kalau kita mau minta PSBB berjalan baik, bukan hanya protokol kesehatan. Kita harus kasih perlindungan. Mereka bisa memutuskan tinggal di rumah untuk menghindari wabah atau bekerja atau beraktivitas," tuturnya.

Mantan Menteri Keuangan ini menilai masyakarat yang berada di level ekonomi bawah tidak memiliki pilihan lain selain bekerja. Hal itu tercermin dari pemulihan sektor ekonomi yang lebih dulu bergeliat yakni pasar-pasar tradisional.

Sementara untuk sektor industri besar atau jasa seperti penerbangan dan hotel dinilai akan lebih lama pulih. Dia memperkirakan kalau industri itu tidak mampu bertahan, mereka akan tutup pada enam bulan mendatang.

"Karena lebih murah menutup (usaha), daripada bertahan," ujarnya.



Simak Video "Sri Mulyani Akui PSBB Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Minus"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)