Wamen Pengin Titipan Uang Negara di Bank BUMN Ditambah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 14:54 WIB
(Kika) Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Keuangan Panji Irawan dan Corporate Secretary Rohan Hafas sedang  menyampaikan Paparan Kinerja Triwulan IV-2018 di Jakarta, Senin (28/1/2019). Bank Mandiri membukukan mencatat laba bersih Rp25,0 triliun pada akhir 2018 atau tumbuh 21,2% yoy. Kenaikan itu didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 5,28% menjadi Rp57,3 triliun dan kenaikan fee based income sebesar 20,1% menjadi Rp28,4 triliun, sedangkan NPL gross menurun signifikan sebesar 71 bps menjadi 2,75%.
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dana pemerintah sebesar Rp 30 triliun yang ditempatkan di bank BUMN dalam rangka pemulihan ekonomi mulai diserap masyarakat. Dengan adanya penempatan itu, bank BUMN mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 43,5 triliun.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo berharap pemerintah kembali menempatkan dananya jika pada Agustus nanti bank pelat merah mampu menyalurkan kredit sampai Rp 90 triliun. Dengan penyaluran kredit ini diharapkan mendorong perekonomian nasional.

"Ini diharapkan terus berjalan kalau sampai dengan nanti bulan Agustus, kalau nanti skala leverage 3 kali yang diminta Kementerian Keuangan yaitu Rp 90 triliun tercapai kita tentunya akan berharap akan ada tambahan penempatan dana lagi," katanya dalam Kajian Tengah Tahun Indef, Selasa (28/7/2020).

"Sehingga kita punya peluru semakin agresif menyalurkan kredit dengan skema ini yang diharapkan kuartal III membantu pemulihan ekonomi dan suntikan cashflow pelaku usaha," tambahnya.

Dia mengatakan, penyaluran kredit mulai membaik. Dari mencontohkan, dari penempatan dana Rp 10 triliun yang ditempatkan di BRI sudah tersalurkan Rp 21 triliun. Kemudian, dari Rp 10 triliun yang ditempatkan di Bank Mandiri sudah tersalurkan Rp 14,9 triliun.

Dia bilang, total penyaluran kredit sebanyak Rp 43,5 triliun sudah disalurkan ke sekitar 518 ribu debitur.

"Dalam konteks pemulihan telah ada penempatan dana pemerintah sejumlah Rp 30 triliun terasa bahwa di Juli ini rupanya penarikan kredit baru mulai membaik," ungkapnya.



Simak Video "Realisasi Anggaran PEN Telah Capai 45,5%"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)