Mantan Menkeu Sebut Omnibus Law Jadi Kunci Tarik Investasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 17:50 WIB
Chatib Basri Singgung Sulitnya Reformasi Ekonomi di Indonesia
Mantan Menkeu Chatib Basri/Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Ekonom Chatib Basri menilai Indonesia berpeluang besar menarik investor untuk menanamkan dananya di tanah air. Khususnya investor yang ingin merelokasi pabriknya dari China.

Chatib menilai, Indonesia bisa menjaring seluruh potensi tersebut jika pemerintah bisa menyelesaikan omnibus law yang saat ini masih berada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurut dia, Indonesia saat ini masih bersaing dengan Vietnam dalam menarik investor yang berada di Tiongkok.

"Apakah relokasi ini akan masuk Vietnam, akan masuk Malaysia, akan masuk Singapura atau kita? Itu yang akan tergantung dari apakah omnibus law-nya beres atau nggak padahal kesempatannya ada," kata Chatib dalam acara Mid-Year Economic Outlook 2020 via virtual, Selasa (28/7/2020).

Dia bilang ada perusahaan Jepang yang berusaha memperluas jaringan investasinya agar tidak bergantung di negeri Tirai Bambu saja. Diversifikasi investasi ini sebagai antisipasi jika ada suatu masalah yang berdampak besar seperti pandemi Corona.

"Karena begitu berbahaya kalau menempatkan seluruh investasinya di Tiongkok. Kalau satu negara itu kena, satu global supply chain kena," ujar mantan Menteri Keuangan (Menkeu) itu.

Saat masih menjadi Kepala BKPM periode 2012-2013, dia menyebut pada saat itu berhasil membujuk Toyota untuk investasi di Indonesia dibandingkan Thailand.

"Bukan karena mereka nggak senang dengan Tiongkok tapi dia harus mendiversifikasi portfolio atau basis dari investasinya. Di sini ada peluang dari Indonesia," katanya.



Simak Video "Buruh Ancam Demo Besar-Besaran Jika MK Sahkan UU Cipta Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)