Pesan Kerja Cepat, Jokowi Beberkan Prediksi Terburuk Ekonomi Dunia

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 22:46 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia 2020 (Youtube Sekretaris Kabinet)
Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia 2020 (Youtube Sekretaris Kabinet)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perlu cara dan budaya baru agar bisa bekerja yang lebih cepat. Selain itu, harus berani melakukan shortcut (terobosan), dan pemotongan-pemotongan sehingga tidak bertele-tele dan lamban.

Jokowi menegaskan saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi masalah yang sangat sulit, tidak mudah, yakni krisis kesehatan sekaligus krisis ekonomi. Kondisi ini dialami hampir semua negara di dunia.

"Yang kecil sulit, yang tengah juga sulit, yang gede juga sulit. Sesuatu yang tidak mudah, sesuatu yang tidak mudah," ujar Presiden saat memberikan pengarahan kepada Peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020, melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/7/2020).

Jokowi memaparkan prediksi sejumlah lembaga keuangan dunia. Prediksi tersebut berisi kondisi ekonomi terimbas Corona sehingga terancam minus hingga 7% tahun ini.

"Pada keadaan normal posisinya adalah 3 sampai 3%, tetapi 3 minggu yang lalu OECD menyampaikan bahwa ekonomi global akan terkontraksi dan berada pada minus 6% sampai minus 7,6% tahun 2020," kata Jokowi seraya menambahkan situasi saat ini sangat dinamis sekali.

"Managing Director-nya IMF mengatakan pada kita Indonesia berada di tiga besar yang paling baik. Tiga besar ini adalah China akan tumbuh masih tumbuh 1,9% (plus), India akan tumbuh tahun ini perkiraan mereka prediksi mereka 1, 2% (plus), dan Indonesia berada di angka 0,5% (plus)," sambung Jokowi.

Selain itu Jokowi juga menyampaikan prediksi kontraksi ekonomi di negara-negara di luar Indonesia. Misalnya Perancis diperkirakan akan minus 17,2%, Inggris minus 15,4%, Jerman minus 11,2%, Amerika Serikat minus 9,7%.

Jokowi menambahkan, Indonesia juga harus berhati-hati terhadap kondisi geopolitik global, seperti situasi di Laut China Selatan mulai memanas dan juga hubungan China-Amerika Serikat semakin memanas.

"Oleh sebab itu, kita harus mengambil momentum, mengambil manfaat dari pandemi yang terjadi sekarang ini. Tentu saja kita akan terus berjuang menyelesaikan masalah Covid-19 dan juga masalah ekonomi yang terjadi di negara kita. Tetapi momentum ini harus kita ambil, momentum ini harus kita ambil," tutur Jokowi.



Simak Video "Erick Thohir Sebut Keputusan Jokowi Tak Lockdown Sudah Tepat"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)