Bisnis Pernikahan Mandek, Pengusaha Banting Setir Garap 2 Usaha Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 06:30 WIB
Two couple have bouquet at the sunset beach
Ilustrasi/Foto: Getty Images/kyonntra
Jakarta -

Industri jasa pernikahan bagai hidup segan, mati tak mau akibat dihantam pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hingga kini pengusaha di bidang tersebut belum bisa mengais pundi-pundi rupiah seperti sedia kala meski PSBB direlaksasi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (APPGINDO) Andie Oyong mengatakan, saat ini masyarakat memang sudah bisa menyelenggarakan akad atau pemberkatan tapi belum cukup untuk mendongkrak bisnis jasa pernikahan.

"Dibandingkan sebelumnya pada waktu belum ada kegiatan akad atau pemberkatan, sekarang ini kami sudah mulai agak menggeliat tapi persentasenya ini kalau dari segi bisnis itu hanya memberikan kontribusi sangat kecil," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (29/7/2020).

Pendapatan mereka pun tergerus karena saat ini hanya bisa menyelenggarakan akad atau pemberkatan saja dengan kapasitas di bawah 50 orang.

"(Pendapatan) cuma 15% sampai 20% dari total normal bisnisnya," sebut dia.

Sebagai contoh penyedia jasa katering pernikahan. Sebelumnya mereka bisa melayani kuota 500 orang, saat ini rata-rata hanya 50 orang untuk akad karena harus menerapkan jaga jarak atau physical distancing.

Mereka pun akhirnya banting setir. Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Resepsi di Tengah Pandemi Bawa Angin Segar untuk WO"
[Gambas:Video 20detik]