Ini yang Bikin Harga Emas Melambung Tinggi

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 08:45 WIB
A melter checks an ingot in Ahlatci Metal Refinery in the central Anatolian city of Corum, Turkey, May 11, 2017. Picture taken May 11, 2017. REUTERS/Umit Bektas
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Harga emas melambung tinggi beberapa hari ini. Bahkan diramal bisa cetak rekor ke level US$ 2.000 per troy ounce. Sementara harga emas di dalam negeri sudah tembus Rp 1 juta per gram. Ada beberapa faktor yang dapat mengerek harga emas semakin mahal.

Dikutip dari CNN, Kamis (30/7/2020), stimulus dari bank sentral Amerika Serikat (AS), imbal hasil obligasi yang rendah, dan melemahnya dolar AS membuat rekor baru harga emas di atas US$ 2.000 kemungkinan tak terhindarkan.

Setidaknya harga emas telah melonjak hampir 30% pada tahun 2020. Pelaku pasar telah berbondong-bondong memborong emas dan logam mulia lainnya karena nilai dolar AS jatuh. Harga perak ikut naik sekitar 35% tahun ini menjadi sekitar US$ 24 per ons.

Dolar AS telah anjlok lebih dari 3% terhadap mata uang utama lainnya tahun ini karena The Fed memangkas suku bunga menjadi nol.

"Ketika suku bunga nol, emas lebih baik daripada menyimpan uang di bank," kata Ed Keon, kepala strategi investasi dan direktur pelaksana QMA dalam sebuah wawancara dengan CNN. "Secara historis, emas adalah lindung nilai yang baik selama masa volatilitas dan ketidakpastian," dia melanjutkan.

Melemahnya dolar AS pun mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang mendekati rekor terendah sekitar 0,6%. Itu ikut memicu orang-orang lebih melirik emas dan perak sebagai gantinya.

Ditambah adanya kekhawatiran tentang meningkatnya pelemahan ekonomi global dan bertambahnya kasus COVID-19 di AS.

Beberapa investor tampaknya juga melihat kemungkinan inflasi yang lebih tinggi. Diperkirakan triliunan dolar pinjaman dari Fed dan beban utang tambahan yang dikeluarkan pemerintah AS untuk program stimulus COVID-19 dapat semakin melemahkan mata uang Paman Sam.

"Debasement dan akumulasi utang saat ini menabur benih untuk risiko inflasi masa depan meskipun risiko inflasi tetap rendah hari ini," kata ahli strategi di Goldman Sachs dalam sebuah laporan minggu ini.

Bank sekarang berpikir emas akan mencapai US$ 2.300 dalam 12 bulan ke depan, sementara perak akan melonjak ke US$ 30.



Simak Video "Update Harga Emas Antam: Naik Rp 1.000 ke Rp 1.028.000 /Gram"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)