Pengusaha Minta Jam Operasi Transportasi Ditambah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 15:29 WIB
Antrean penumpang terjadi di Stasiun Bekasi, Jawa Barat. Antrean mengular karena adanya pembatasan jumlah penumpang di setiap rangkaian kereta.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pengusaha meminta agar jam operasional transportasi ditambah. Langkah itu diperlukan untuk mengurangi kepadatan di moda transportasi sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, layanan trasnportasi memang harus ekstra di saat pandemi seperti saat ini. Perpanjangan jam operasi transportasi umum diperlukan untuk mengurangi kepadatan dan antrean.

"Kita sangat berharap memang bahwa pelayanan transportasi selama pandemi ini harus lebih ekstra, ya untuk meminimlaisir. Pertama bahwasanya sampai saat ini jumlah pengguna daripada transprotasi umum apalagi pagi sampai sore sangat padat, antrean cukup panjang," katanya kepada detikcom, Senin (3/8/2020).

"Jadi untuk mengurai itu sebenarnya bagaimana memperpanjang operasional transportasi umum," ungkapnya.

Dia pun mencontohkan, jika biasanya moda transportasi dimulai pukul 06.00 bisa diperpanjang jadi mulai pukul 05.00WIB. Begitu juga malam harinya dari semula pukul 21.00 menjadi 23.00 WIB.

"Saya rasa ini jadi salah satu solusi, kita kan menghindari kerumunan orang, kerumunan orang itu ya berarti harus memperlebar, memperbanyak daripada pelayanan transportasi umum," ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau perusahaan dan karyawannya ikut menyesuaikan ganjil genap. Di mana, pekerja yang terkena ganjil genap bekerja di rumah atau work from home (WFH).

Sarman menjelaskan, sebagian besar perusahaan sudah menyesuaikan jam kerja termasuk WFH untuk karyawannya selama pandemi.

"Makanya kalau katakan mobilnya kena ganjil genap, nanti WFH, padahal pengusaha dari 4 bulan ini sudah membikin jadwal mereka," terangnya.



Simak Video "Pemprov DKI Uji Coba Angkot Mikrotrans Rute Tanah Abang-Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)