Nih Bocoran soal Program Jokowi Borong Produk UMKM

Yudha Maulana - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2020 23:00 WIB
Relawan menunjukkan masker hasil produksinya di Gondangmanis, Kudus, Jawa Tengah, Senin (6/4/2020). Masker yang diproduksi dari bahan kain perca tersebut akan didistribusikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO
Bandung -

Menteri BUMN Erick Thohir memberi bocoran soal program pemulihan ekonomi nasional. Program yang akan dicanangkan Presiden Joko Widodo itu menyasar para pelaku UMKM.

Seperti apa bocoran program tersebut? Erick menjelaskan pemerintah akan hadir membeli produk dari UMKM sebagai upaya menangkis imbas pandemi COVID-19 yang mengguncang seluruh lini ekonomi.

"Ini yang sedang kita upayakan melalui program baru, yang nanti Pak Presiden akan bicara, bagaimana pemerintah hadir untuk beli produk UMKM. Apakah masker, APD, hasil perkebunan, hasil peternakan, hasil perikanan, hasil pertanian, nanti pemerintah akan coba beli supaya daya beli meningkat dan produksi UMKM ada kepastian," ujar Erick, yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, saat mengunjungi kantor Bio Farma di Bandung, Selasa (4/8/2020).

Program itu, sambung Erick bertujuan untuk memberi kepastian produksi pada pelaku UMKM dan meningkatkan daya beli masyarakat. "Ini yang terus presiden dorong supaya bisa kembali, ada uang baru di masyarakat yang mengalir," ujarnya.

Selain itu, Erick mengungkapkan sejumlah strategi yang dilakukan pemerintah untuk menekan dampak negatif dari COVID-19 ini kepada ekonomi. Salah satunya dengan bansos produktif.

"Dengan program bagaimana yang tidak punya kerja, melalui Pra Kerja bisa dibantu, program padat karya yang akan berjalan luar biasa di tahun ini dan tahun depan, baik padat karya pangan, maupun padat karya lainnya, ini harus dijalankan," terangnya.

"Tapi ini pun tidak cukup kalau poin nomor dua tidak dilakukan, yaitu bantuan kepada UMKM, karena produksi yang di UMKM ini beda dengan tahun '98, jadi program UMKM itu sangat luar biasa, apakah bunganya ditunda, cicilannya ditunda, diberi modal kerja," kata Erick melanjutkan.

Namun, menurutnya yang kini menjadi prioritas utama adalah penanganan COVID-19, dengan ketersediaan vaksin agar masyarakat bisa lebih aman dalam menjalankan langkah ekonomi. "Tenang hidup, tenang tapi perlu disiplin," tutur Erick.



Simak Video "Pemerintah Realisasikan 36,6% Anggaran Program Pemulihan Ekonomi "
[Gambas:Video 20detik]
(yum/hns)