Cegah Resesi, Airlangga: Butuh Belanja Rp 800 T per Kuartal

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 19:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah sedang menyiapkan strategi untuk menghindari resesi ekonomi di Indonesia. Hal itu seiring adanya pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi -5,32% di kuartal II-2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu strategi yang akan dilakukan adalah menggenjot belanja pemerintah hingga Rp 800 triliun untuk setiap kuartal. Hal itu dilakukan demi menggerakkan ekonomi.

"Tentu dari segi ekonomi kita membutuhkan kira-kira per kuartal minimal Rp 800 triliun untuk yang dibelanjakan. Ini tentu berbagai sektor dan diharapkan dengan adanya belanja dalam bentuk bansos atau cash maka diharapkan daya beli itu bisa terungkit," kata Airlangga dalam konferensi pers Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional & Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Rabu (5/8/2020).

Airlangga yakin pertumbuhan ekonomi bisa terus membaik. Hal itu dilihat dari adanya tren pertumbuhan di sejumlah indikator seperti pada Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur.

"Karena kalau kita lihat dalam situasi seperti ini adalah trennya. Nah trennya itu kalau kita lihat, PMI manufaktur Indonesia itu kita sudah terjadi kenaikan dari Maret terendah 27,5 dan 46,9 pada Juli. Ini yang menandakan adanya demand baik dari dalam negeri maupun ekspor sudah mulai muncul. Momentum ini yang harus kita jaga," ucapnya.

Penjualan kendaraan bermotor dan mobil juga menunjukkan tren yang terus naik. Di mana titik terendahnya pada Mei -82,3 dan pada Juni naik -54,6.

"Jadi sudah mulai ada kenaikan," ujarnya.

Sementara itu, penjualan retail pada Juni naik pada -14,4 dari Mei -20,6. Lainnya yang juga menunjukkan tren kenaikan yakni Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik pada posisi 83,8 setelah turun di angka 77,8 pada Mei. Kemudian ada Survey Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) juga sudah mengalami kenaikan, dari -13,1 ke -5,1.

Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede mengatakan target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah adalah minimal 0-0,1% pada kuartal III-2020.

"Yang akan ditargetkan pemerintah adalah mencegah resesi di 0%. Yang penting jangan sampai kita mencapai negative growth," ucapnya.

Bila target tersebut dapat terealisasi maka Indonesia akan terhindar dari resesi. Untuk diketahui, suatu negara dapat dikatakan resesi apabila pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut.

"Di sepanjang tahun ini, kalau kita bisa mencapai 0% saja sudah lumayan bagus dibandingkan dengan negara lain," ujar Raden.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)