Mau Ada Pesta Diskon di Mal, Pengusaha: Jangan Saving, Tapi Spend!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2020 17:15 WIB
Pengunjung pusat perbelanjaan Senayan City memadati mal tersebut untuk berburu barang dalam ajang Midnight Sale, Jakarta, Jumat (1/6/2018) malam. Untuk meramaikan puasa di bulan Ramadan 2018 dan jelang Lebaran, sejumlah mal di Jakarta pun menggelar midnight sale. Grandyos Zafna/detikcom

Setiap mal pun menawarkan program diskon yang menggiurkan. Berbagai benda dan barang kebutuhan sehari-hari, kebutuhan liburan, sampai kebutuhan Lebaran tak ketinggalan mendapat sale sampai dengan 70 persen lebih.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pada 14 sampai 30 Agustus mendatang akan diselenggarakan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2020 yang merupakan ajang pesta diskon besar-besaran di seluruh mal di Indonesia. Penawaran yang diberikan dalam HBDI ini beragam, mulai diskon hingga 75%, potongan belanja Rp 75.000, buy 1 get 1, dan sebagainya.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menuturkan, HBDI ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan sektor konsumsi rumah tangga di Indonesia. Sehingga, pertumbuhan konsumsi yang mengalami kontraksi -5,51% pada kuartal II-2020 jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 (year on year/yoy) dapat diperbaiki di kuartal selanjutnya.

"Semoga dengan penyelenggaraan HBDI dapat membantu menggiatkan kembali roda perekonomian Indonesia, selamat berbelanja dan mari kita bangkit untuk Indonesia maju," kata Angela dalam konferensi pers virtual HBDI 2020, Jumat (7/8/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah mengajak masyarakat untuk berbelanja di HBDI 2020 ini. Ia pun menyarankan untuk masyarakat mulai membelanjakan uangnya, sehingga tak lagi hanya disimpan.

Menurut Budi, hanya cara tersebut yang dapat mendongkrak pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang jadi penopang produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Kita harus spend, jangan saving, kondisi ini kita harus spend. Pemerintah sudah membantu nanti dengan bantuan langsung tunai (BLT), Pemda DKI banyak sekali bansos, itu semua akan menggerakkan ekonomi. Maka kita janganlah saving. baik di online, maupun offline, beli ke tetangga, beli merek-merek lokal, bangga buatan Indonesia. Saya yakin sektor konsumsi Indonesia bisa bangkit dengan 267 juta jiwa," urai Budi.



Simak Video "Saat Pengunjung Membeludak di Mal Tentrem Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)