Konglomerat AS Makin Kaya di Tengah Pandemi

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 08:50 WIB
Warren Buffett tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan US$ 84 miliar atau Rp 1.232 triliun. Meski kaya raya, gaya hidupnya sederhana.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Perusahaan milik Konglomerat Amerika Serikat (AS) Warren Buffett, Berkshire Hathaway Inc mengumumkan pendapatan pada kuartal II-2020 naik hampir 87% dibandingkan tahun lalu, dan meningkat drastis dibandingkan kuartal sebelumnya. Capaian kinerja ini diumumkan pada Sabtu (8/8) waktu setempat.

Melansir CNN Business, Senin (10/8/2020), peningkatan penghasilan Berkshire Hathaway Inc karena keuntungan dalam investasi saham seperti Apple Inc yang rebound.

Berkshire mencatatkan laba bersih US$ 26,3 miliar atau setara US$ 16,314 per saham. Laba tersebut naik dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 14,1 miliar atau setara US$ 8,608 per saham.

Pada kuartal I, Berkshire mengalami penurunan penghasilan hingga 50% atau penghasilan terburuk sepanjang perusahaan ini ada. Laba operasional turun 10% menjadi US$ 5,52 miliar. Selain itu Berkshire juga mengurangi nilai bisnis di Precision Castparts Corp sebesar US$ 9,8 miliar. Precision dibeli Warren Buffet dengan harga sekitar US$ 37 miliar pada 2016.

"Kami sangat percaya terjadi gangguan dengan perjalanan udara dan penerbangan komersial dan industri pendukungnya. Pandemi COVID-19 akan terus berkembang dan efeknya pada bisnis kami akan berbeda dari yang kami perkirakan," tulisnya dalam laporan itu.

Hingga pertengahan Maret atau pada saat pandemi memaksa menutup bisnis di seluruh Amerika Serikat (AS), banyak bisnis Berkshire yang mencatatkan pendapatan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Namun, pandemi Corona berdampak besar pada unit bisnis seperti manufaktur, jasa dan ritel.

Masih dari laporan kinerja perusahaan di kuartal II-2020, Berkshire kehilangan 10.000 lapangan pekerjaan di unit suku cadang pesawat Precision Castparts.



Simak Video "Deretan Orang Terkaya Dunia yang Merugi Rp 642 T Dalam Sepekan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)