Diskon Gede-gedean Ampuh Dongkrak Daya Beli, Asal...

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 12:18 WIB
Pengunjung pusat perbelanjaan Senayan City memadati mal tersebut untuk berburu barang dalam ajang Midnight Sale, Jakarta, Jumat (1/6/2018) malam. Untuk meramaikan puasa di bulan Ramadan 2018 dan jelang Lebaran, sejumlah mal di Jakarta pun menggelar midnight sale. Grandyos Zafna/detikcom

Setiap mal pun menawarkan program diskon yang menggiurkan. Berbagai benda dan barang kebutuhan sehari-hari, kebutuhan liburan, sampai kebutuhan Lebaran tak ketinggalan mendapat sale sampai dengan 70 persen lebih.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2020 diyakini dapat mendongkrak daya beli yang sempat merosot akibat pandemi COVID-19. Demi memaksimalkan hal tersebut, pemerintah perlu mengupayakan beberapa hal salah satunya lewat bantuan langsung tunai (BLT) dan keringanan pajak.

"Selain cash transfer pemerintah bisa berikan keringanan PPN dari 10% ke 5%. PPN ini merupakan pajak yang ditanggung konsumen setiap belanja di ritel. Harapannya dengan keringanan PPN, beban pengeluaran masyarakat jadi lebih ringan," ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira kepada detikcom, Senin (10/8/2020).

Cara lainnya adalah dengan memberi subsidi ongkos kirim bagi masyarakat berbelanja di marketplace. "Yang berikutnya lagi di beberapa negara seperti Malaysia itu sampai memberikan subsidi ongkos kirim sehingga ini bisa menjadi insentif bagi konsumen untuk berbelanja di marketplace," sambungnya.

Hal lain bisa dengan pemberian banyak kupon seperti kupon diskon makanan. "Di Jepang pemerintah menargetkan lansia, penduduk di daerah termiskin atau di zona merah COVID-19 misalnya dan penduduk yang memiliki keluarga. Kupon bisa dipakai di toko yang bekerja sama dengan pemerintah," tambahnya.

Terakhir, dengan memperbanyak ATM beras. Tujuannya agar kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi lebih dahulu barulah kebutuhan lain bisa digunakan untuk berbelanja selama HBDI.

"Atau cara lain dengan ATM Beras seperti yang dilakukan di Vietnam selama pandemi. Masyarakat miskin dan pengangguran yang terdampak pandemi bisa ambil beras di ATM sesuai kebutuhan," pungkasnya.



Simak Video "Gegara Corona, Daya Beli Masyarakat Hilang Rp 362 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)