3 Ancaman Serius Corona ke Bisnis Penerbangan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 17:30 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa dampak pandemi Corona telah menghantam gerak perekonomian. Industri transportasi menurutnya salah satu yang sangat terpukul.

"Pandemi merupakan masa suram bagi berbagai bisnis, termasuk transportasi. Bahkan transportasi dan logistik merupakan sektor paling dalam yang alami masalah," ungkap Budi Karya dalam webinar bersama MTI, Selasa (11/8/2022).

Budi Karya menilai sektor penerbangan menjadi industri transportasi yang paling mengkhawatirkan. Dia menyebut beberapa hal mengancam eksistensi para maskapai. Apa saja?

1. Omzet Maskapai Merosot 50% Lebih

Budi mengatakan pembatasan sosial yang dilakukan membuat banyak maskapai tak bisa beroperasi. Belum lagi, banyak orang pun takut berpergian karena sentimen virus Corona.

Secara umum dia memperkirakan kerugian bisnis transportasi di semua sektor bisa mencapai 30%. Namun, khusus industri penerbangan omzetnya bisa merosot 50% lebih.

"Transportasi mengalami situasi parah, dalam prediksi penurunan omzet sekitar 30%, bahkan sektor udara lebih dari 50%," papar Budi Karya.

2. Bisa Bangkrut

Budi Karya memaparkan, kondisi yang dihadapi maskapai memberikan ancaman bangkrut. Dia menjelaskan pada sektor penerbangan, telah terjadi penurunan kinerja yang tajam sejak Maret dan makin dalam di kuartal II.

"Ini membuat ancaman bangkrut, saya ambil contoh di udara secara umum, dampak pandemi ke industri penerbangan nasional tampak moderat di triwulan satu. Kemudian, turun tajam di bulan Maret, masuk triwulan dua amat berat dan kita harapkan triwulan tiga membaik," jelas Budi Karya.

3. Kondisi Global

Budi Karya juga mencontohkan kondisi sektor transportasi udara di luar negeri, Budi Karya menjelaskan di Australia maskapai Virgin Australia terancam bangkrut dan tak mendapatkan dana bantuan.

"Tercatat Virgin Australia, yang terbesar kedua di Australia terancam bangkrut. Mereka juga ditolak minta dana talangan pemerintah," ujar Budi Karya.

Maskapai di Eropa pun menurutnya sudah dua yang terancam bangkrut. Dia menyebut Luthfansa dari Jerman dan Air France KLM yang terancam gulung tikar.

Sementara di Thailand, dia menjelaskan maskapai Thai Airways saat ini menghentikan operasinya karena ada pembatasan aktivitas sosial untuk menekan virus Corona.

"Dua maskapai Eropa, Luthfansa dan Air France KLM, terancam gulung tikar. Kemudian Thai Airways lakukan penghentian operasi bulan ini, karena lockdown di Thailand," jelas Budi Karya.



Simak Video "Menhub: Transportasi Bukan Hanya Soal Biaya, tapi Juga Dampak Lingkungan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)