Sejuta Warga Terancam Tak Dapat Bansos Rp 5,8 Juta dari Trump

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 09:49 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar jumpa pers terkait virus Corona. Namun jumpa pers itu sempat dihentikan sementara karena ada penembakan di luar gedung putih.
Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk meningkatkan bantuan mingguan bagi pengangguran di Negeri Paman Sam dimaksudkan untuk meringankan beban mereka di tengah pandemi COVID-19.

Namun, mengutip CNBC, Rabu (12/8/2020), pembatasan atas bantuan tambahan itu, yakni peningkatan tunjangan sebesar US$ 400 setara Rp 5,8 juta (kurs Rp 14.500/US$) seminggu, maka diperkirakan bantuan tersebut tidak akan menjangkau seluruh pengangguran.

Diperkirakan setidaknya 1 juta pekerja yang sebagian besar adalah perempuan, pekerja berupah rendah, dan paruh waktu tidak akan mendapatkan tunjangan. Angka sebenarnya mungkin jutaan lebih tinggi.

"Ini bisa jadi cukup banyak orang," kata Eliza Forsythe, seorang ekonom tenaga kerja dan asisten profesor di University of Illinois di Urbana-Champaign, merespons tentang pengangguran yang kemungkinan tidak mendapatkan tambahan US$ 400 seminggu.

Sebagai informasi, insentif di atas adalah salah satu dari empat langkah yang ditandatangani pada hari Sabtu untuk tunjangan pengangguran, penggusuran, pinjaman mahasiswa, dan pajak gaji.

Anggota parlemen Demokrat dan pejabat Gedung Putih telah berjuang untuk berkompromi pada putaran lain bantuan virus COVID-19 sejak negosiasi dimulai sekitar dua minggu lalu.

Bantuan pengangguran adalah salah satu masalah pelik yang menghambat pembicaraan.

Tambahan federal US$ 600 seminggu untuk tunjangan pengangguran negara bagian, yang ditawarkan oleh putaran bantuan sebelumnya, habis pada akhir Juli.

Partai Demokrat yang duduk DPR mengesahkan tagihan US$ 3 triliun pada bulan Mei yang akan memperpanjang pembayaran US$ 600 itu hingga awal tahun depan. Senat Partai Republik mengusulkan tagihan US$ 1 triliun dua minggu lalu untuk menurunkan bantuan menjadi US$ 200 seminggu dalam jangka pendek.

Sebaliknya, perintah eksekutif Trump menawarkan tambahan US$ 400 seminggu, tunjangan federal US$ 300, dan tunjangan negara bagian US$ 100.



Simak Video "Imbas Tragedi Capitol, Trump akan Hadapi Sidang Pemakzulan Jilid II"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)