Imbas Lockdown, Ekspor Sawit Anjlok 11%

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 14:16 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kelapa sawit yang akan diolah menjadi minyak kelapa sawit Crude palem Oil (CPO) dan kernel di pabrik kelapa sawit Kertajaya, Malingping, Banten, Selasa (19/6). Dalam sehari pabrik tersebut mampu menghasilkan sekitar 160 ton minyak mentah kelapa sawit. File/detikFoto.
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) anjlok 11% pada semester I-2020. Hal itu disebabkan berbagai negara tujuan ekspor lockdown imbas pandemi COVID-19.

"Jadi ekspor kita year-on-year Juni itu turun 11% dibandingkan tahun lalu. Melihat bulanannya juga nggak pernah lebih tinggi dari tahun lalu gitu ya," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono dalam webinar membahas kinerja industri sawit, Rabu (12/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa 70% sawit yang diproduksi di dalam negeri diekspor, sementara hampir semua negara tujuan ekspor mengalami kontraksi dari sisi permintaan karena lockdown sejak awal tahun.

"Jadi market-market utama kita seperti Eropa, India, China, China juga yang pertama mengalami lockdown. Jadi demand secara global mengalami pelemahan yang sangat signifikan sehingga ini juga berdampak pada ekspor kita yang mengalami penurunan 11%," ujarnya.


Menurutnya situasi yang diakibatkan merebaknya virus Corona ini cukup sulit secara global. Terlebih tidak diketahui sampai kapan pandemi COVID-19 ini berlangsung.

"Nah tapi kalau kita lihat sebenarnya yg menarik ternyata ekspor kita turun 11% tapi ekspor oleochemical itu ternyata naik, naiknya signifikan 24,4%. Jadi mungkin ini kaitannya dengan urusan pandemi ini di mana orang butuh desinfektan, hand sanitizer, butuh segala macam urusan pembersih itu, jadi mungkin kaitannya dengan oleochemical itu," jelasnya.

Meskipun ekspor turun 11%, dia menjelaskan dari sisi nilai mengalami pertumbuhan.

"Ekspor kita turun 11%. Tapi secara value, secara nilai sebenarnya naik ya, naik 6,4% sehingga sampai dengan Juni ketemu angka US$ 10 miliar," tambah Joko.



Simak Video "Ibu yang Curi 3 Tandan Sawit di Rohul Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)