Emak-emak Pedagang Pasar Pusing Gegara Corona, Begini Deh Jadinya

Arbi Anugrah - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 16:14 WIB
Emak-emak pedagang pasar Wage stress gara-gara Corona
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Purwokerto -

Sepi pembeli akibat Corona, pedagang Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas menghibur diri dengan memukul-mukul benda-benda di sekitarnya atau biasa disebut klotekan. Suasana saling bersahutan antar puluhan pedagang tersebut alhasil menimbulkan suara yang riuh.

Sepinya pembeli tersebut terjadi sejak pasar dibuka setelah 24 pedagang Pasar Wage terkonfirmasi positif COVID-19 pada bulan lalu.

"Penurunan pembeli sejak ada Corona. Penurunan jumlah pembeli banyak sekali, sepi banget jadi ini buat hiburan, buat rame-rame aja dari kemarin," kata Kirdi (52), pedagang sayuran Pasar Wage Purwokerto kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

Pedagang lainnya, Hadi mengatakan jika sejak ada COVID-19, pedagang benar-benar menderita akibat sepinya pembeli. Klotekan tersebut pun kompak dilakukan para pedagang hingga menimbulkan suara yang sangat ramai.

"Sejak ada COVID-19 pedagang itu menderita semua. Terkenal Pasar Wage banyak penyakit Coronanya, akhirnya yang mau belanja itu ketakutan," ujarnya.

Emak-emak pedagang pasar Wage stress gara-gara CoronaEmak-emak pedagang pasar Wage lakukan klotekan gara-gara Corona Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Sejak dibuka kembali beberapa Minggu lalu setelah sempat ditutup akibat terkonfirmasi positif COVID-19. Bupati Banyumas Achmad Husein sempat berbelanja dan melakukan sosialisasi mengajak warga Banyumas untuk kembali berbelanja di Pasar Wage.

"Tapi nyatanya sampai sekarang buktinya masih pada ketakutan," jelas Hadi.

Prapti (50) salah satu pedagang makanan kering dan basah di Pasar Wage Purwokerto mengatakan jika dirinya saat ini hanya berjualan sedikit.

"Sekarang kita jual sedikitan, omzet Rp 300 ribu kalau pas lagi stabil, (sekarang) tidak ada separuhnya," jelasnya.

Emak-emak pedagang pasar Wage stress gara-gara CoronaPedagang pasar Wage lakukan klotekan gara-gara Corona Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Maka dari itu, untuk menghibur diri dan beberapa pedagang lainnya, mereka kompak memukul-mukul benda yang berada disekitarnya hingga menghasilkan suara musik. Ada yang menggunakan sendok, wadah timbangan, kayu, kaleng, hingga memukul-mukul meja dagangan.

"Klotekan setiap hari, biar terhibur karena sepi biar tidak stres tidak spaneng . Penjualan sekarang beda jauh sekali, turun drastis. Ini biasanya 1 hari habis sekarang bisa buat besoknya lagi," ujarnya.



Simak Video "Tes Corona di 19 Pasar di Jakarta, 52 Pedagang Positif"
[Gambas:Video 20detik]
(arb/hns)