Ekonomi Minus 17,1%, Malaysia Terancam Resesi!

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 17:57 WIB
Ilustrasi Bendera Malaysia (AFP Photo)
Foto: AFP PHOTO
Jakarta -

Ekonomi Malaysia pada kuartal II-2020 tercatat minus-17,1%. Ini merupakan kontraksi pertama negara tersebut sejak krisis keuangan global pada 2009.

Anjloknya ekonomi Malaysia ini juga disebabkan dari dampak pandemi COVID-19. Dengan begitu Malaysia juga terancam masuk ke jurang resesi.

Melansir Reuters, Jumat (14/8/2020) Bank sentral Malaysia mengatakan produk domestik bruto (PDB) negaranya menyusut -17,1% pada kuartal II-2020 dibanding kuartal sebelumnya.

Kontraksi ekonomi Malaysia ini juga merupakan yang terburuk dalam lebih dari 20 tahun. Kontraksi ini juga jauh lebih dalam dari prediksi jajak pendapat Reuters yang memperkirakan ekonomi Malaysia -10%.

Penurunan itu terjadi ketika pemerintah memberlakukan pembatasan ketat pada aktivitas sosial dan bisnis selama kuartal II-2020. Tujuannya untuk mencegah penularan COVID-19 yang telah menginfeksi lebih dari 9.000 orang di Malaysia.

Kontraksi ekonomi itu juga merupakan kemerosotan ekonomi terburuk di Malaysia sejak krisis keuangan Asia pada 1998 dan menandai penurunan tajam dari pertumbuhan 0,7% tahun ke tahun yang terlihat pada kuartal pertama. Ekonomi telah merosot di seluruh Asia Tenggara karena dampak virus korona, bahkan Singapura dan Filipina sekarang dalam resesi.

Bank sentral Malaysia juga telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini, yakni diperkirakan kontraksi antara -3,5% dan -5,5% pada 2020. Sebelumnya Bank sentral Malaysia memprediksi kontraksi hanya -2% tahun ini dalam skenario terburuk.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)