Maksud Jokowi Sebut Ekonomi Lagi Hang

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 20:18 WIB
Presiden Joko Widodo menyerahkan RUU tentang APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya kepada Ketua DPR Puan Maharani.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato di Sidang Tahunan DPR/MPR, Jumat (14/8/2020) menyebut ekonomi dunia tengah hang seperti komputer. Apa maksudnya?

Pandemi virus Corona atau COVID-19 telah memberikan dampak buruk yang begitu besar bagi semua negara. Baik itu miskin, berkembang, bahkan negara maju sekalipun. Jokowi menilai Menurutnya, pandemi membuat ekonomi dunia mengalami krisis terparah sepanjang sejarah.

"Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%" kata Jokowi dalam pidatonya di acara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR & DPD RI 2020 di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Jokowi menuturkan, ekonomi di sejumlah negara maju kontraksi cukup dalam. Hal ini dinilainya sebagai peluang Indonesia dalam mengejar ketertinggalan.

"Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17% sampai 20%. Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan," jelasnya.

Lebih lanjut ia menyebut ekonomi berbagai negara saat ini ibarat sebuah komputer yang sedang hang. Jokowi mengatakan semua negara harus memulai kembali roda perekonomiannya dari awal.

"Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya," tuturnya.



Simak Video "Top 5: Alasan Jokowi Divaksin Pertama, Pemerintah Perketat PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)