Perumnas Bakal Lunasi Utang Rp 350 Miliar

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2020 11:45 WIB
Warga protes meminta sertifikat laik fungsi pada Perumnas yang merupakan proyek dari Kementrian PUPR. Tak hanya itu, rusunawa dianggap tak sesuai dengan promosi.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Perum Perumnas telah memiliki rencana untuk melunasi medium term notes (MTN) yang akan jatuh tempo pada bulan November 2020 sebesar Rp 350 miliar. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Perum Perumnas memiliki medium term notes (MTN) XI 2019 seri A senilai Rp 150 milliar dan seri B senilai Rp 200 miliar. Keduanya akan jatuh tempo pada bulan November 2020.

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengaku sudah menyiapkan pembayaran MTN tersebut. "Kami selalu berkomitmen dalam melunasi setiap MTN yang jatuh tempo tanpa terkecuali, karena ini merupakan reputasi Perumnas di mata investor," ungkap Budi dalam rilis, Jumat (14/8).

Asal tahu saja, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat korporasi Perumnas menjadi idBBB- dengan outlook atau prospek negative pada bulan Mei lalu setelah Perumnas melunasi MTN 1/2017 seri A.

Perumnas di tahun ini akan menggenjot kinerja di lebih dari 25 proyek dengan mayoritas memiliki konsep rumah tapak. Dari proyek-proyek tersebut Perumnas berharap bisa mengantongi lebih dari 70% penjualan dari yang telah ditargetkan. "Kami lebih berfokus pada proyek-proyek yang memiliki minat pasar yang tinggi dengan struktur biaya yang rendah. Hal ini terdapat pada konsep rumah tapak dan kami agresif di sisi itu," ungkap Budi.

Perumnas juga melakukan beragam efisiensi di internal dan juga di sisi penjualan melakukan pendekatan secara kolektif dengan semakin gencar menangkap peluang pasar secara korporasi melalui metode bulksales dan club deal. "Kemudian kami juga menjajaki kerjasama dengan BP Tapera untuk memperluas potensi pasar subsidi Perumnas, karena setiap proyek Perumnas sekitar 20% dipastikan menghasilkan produk tipe subsidi, ini harus cepat terserap ke pasar," imbuh Budi.

Perumnas akan mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 650 miliar. Budi mengatakan, pihaknya akan menggunakan suntikan modal ini percepatan pembangunan proyek Perumnas untuk mengurangi angka backlog.



Simak Video "Selain Rangkap Jabatan, ICW Juga Soroti Jumlah Komisaris di BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)