2 Juta Rekening Penerima Bantuan Rp 600 Ribu Belum Disetor ke BP Jamsostek

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2020 19:21 WIB
tourist budget for holidays in Indonesia. favorable exchange rates for the dollar to Indonesian rupees.
Foto: iStock
Jakarta -

BP Jamsostek sudah mengantongi 13.600.840 nomor rekening calon penerima bantuan Rp 600.000 dari pemerintah di tengah pandemi Corona. Program ini dinamakan bantuan subsidi upah (BSU) yang diberikan setiap bulan selama empat bulan hingga akhir Desember 2020.

Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto mengatakan sebanyak 13.600.840 nomor rekening akan divalidasi kembali untuk memastikan penyaluran bantuan Rp 600.000 ini tepat sasaran dan sesuai kriteria yang ditetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020.

"Hingga 21 Agustus, data terakhir rekening yang masuk adalah 13.600.840 rekening," kata Agus dalam video conference, Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Agus mengatakan, data sebanyak 13.600.840 nomor rekening ini berasal dari 127 bank yang beroperasi di seluruh Indonesia. Dia mencatat, seluruh nomor rekening yang sudah disetorkan ini paling banyak berasal dari lima bank, yaitu Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan CIMB Niaga.

"Dari data tersebut, sesuai proses validasi yaitu kita lakukan validasi melalui perbankan dengan 127 bank," jelasnya.

Dari hasil validasi, terdapat 9.332.386 nomor rekening yang valid dari 13.600.840 rekening, sedangkan yang tidak valid terdapat sebanyak 51.859 rekening, dan sebanyak 4.216.595 rekening masih dalam proses validasi.

Selanjutnya, dikatakan Agus, sebanyak 9.332.386 nomor rekening yang valid ini kembali divalidasi sesuai kriteria yang ditetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020. Tercatat, ada 8.117.261 nomor rekening yang valid dan sebanyak 1.155.125 nomor rekening tidak valid.

"Dari yang tidak valid ada beberapa yang kita drop karena di luar kriteria Kemnaker. Jadi benar-benar di luar kriteria Kemnaker, tapi yang karena NIK tidak valid, namanya berbeda itu dikembalikan ke perusahaan dan dikembalikan lagi ke BP Jamsostek," jelasnya.

Menurut Agus, proses validasi tidak berhenti di situ. Dar jumlah 8.177.261 nomor rekening yang valid itu, sebanyak 7.509.649 nomor rekening yang valid sesuai dengan data ketunggalan. Sementara yang tidak valid ada sebanyak 667.712 nomor rekening.

"Ini proses penyampaian data calon penerima, bahwa kita lakukan validasi berlapis kemudian validitas data kepada 127 bank di seluruh bank, kriteria sesuai Permenaker 14/2020, validitas nomor rekening dan ketunggalan," ungkapnya.

Perlu diketahui, bantuan Rp 600.000 per bulan untuk pekerja ini dikenal dengan bantuan subsidi upah (BSU). Target penerima program ini sebanyak 15,7 juta orang dengan total anggaran Rp 37,7 triliun. Nantinya peserta akan menerima total bantuan Rp 2,4 juta.

Adapun kriteria calon peserta penerima bantuan Rp 600.000 per bulan ini ditetapkan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020, yaitu WNI yang dibuktikan dengan NIK, pekerja atau buruh penerima upah (PU), terdaftar sebagai peserta aktif BP Jamsostek sampai Juni 2020, tenaga kerja aktif yang membayarkan iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi kerja dan tercatat di BP. Terakhir, memiliki rekening aktif di bank.



Simak Video "Oktober-November, Tenaga Honorer Dapat Bantuan Rp 600 Ribu/Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)