Ya Ampun! Serapan Anggaran PEN untuk Korporasi Masih 0%

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 14:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan memasuki ruangan untuk mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). Rapat itu membahas surat menteri keuangan terkait perkembangan skema burden sharing pembiayaan pemulihan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Per 19 Agustus 2020, realisasinya mencapai Rp 174,79 triliun atau baru sekitar 25,1% dari pagu anggaran Rp 695,2 triliun.

"Kami melihat program yang desainnya simple dan sudah memiliki existing maka bisa dieksekusi cepat, seperti pemberian bansos PKH, kartu sembako bisa cepat. Namun apabila belum dan merupakan program usulan baru, kami melihat ada yang betul-betul sangat challenging sehingga eksekusinya butuh waktu," kata dia dalam rapat kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bersama Komisi XI DPR RI, Senin (24/8/2020).

Yang sangat memprihatinkan adalah pembiayaan korporasi sampai hari ini realisasinya masih 0%. Padahal alokasi yang disiapkan pemerintah senilai Rp 53,57 triliun. Dari total anggaran itu, sebanyak Rp 15,5 triliun sudah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Rp 3,4 triliun tanpa DIPA, dan Rp 34,7 triliun belum di-DIPA-kan.

"Untuk pembiayaan korporasi belum dilakukan realisasi karena untuk beberapa PMN BUMN sudah terbit dan sekarang sedang dalam proses final dan ini kemudian akan diikuti pencairan. Realisasinya mungkin masih dianggap 0," ungkapnya.

Kemudian, realisasi anggaran kesehatan sebesar Rp 7,36 triliun atau setara 8,4% dari pagu Rp 87,5 triliun. Sementara untuk perlindungan sosial, realisasinya mencapai Rp 93,18 triliun atau 49,7% dari pagu Rp 203,91 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut progres realisasi dukungan sektoral, Kementerian/Lembaga (K/L), dan pemerintah daerah (Pemda) sebesar Rp 12,4 triliun atau setara 11,6% dari pagu senilai Rp 106,05 triliun.

Sedangkan realisasi insentif perpajakan untuk mendukung dunia usaha sebesar Rp 17,23 triliun atau 14,2% dari pagu senilai Rp 120,61 triliun. Untuk dukungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Sri Mulyani bilang, realisasinya sudah mencapai Rp 44,63 triliun atau setara 36,1% dari pagu sejumlah Rp 123,47 triliun.

Realisasi anggaran ini masih terbilang minim. Padahal Sri Mulyani menyebut strategi penyerapan yang cepat ini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020. Dengan penyerapan yang cepat, ekonomi minus bisa dihindari.

"Kita terus melakukan perbaikan untuk membantu seluruh K/L dalam mempercepat penggunaan PEN maupun belanja K/L. Percepatan di kuartal III menjadi kunci agar bisa kurangi kontraksi dan menghindari technical recession yang mana terjadi 2 kuartal negatif berturut-turut," ucapnya.



Simak Video "Respons Sri Mulyani Saat AS Dkk Walk Out di Tengah Pertemuan G20"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)