Masa Pandemi, Supermarket Raksasa Inggris Mau Rekrut 16.000 Pekerja

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 22:36 WIB
tesco
Foto: Mirror/iStock
Jakarta -

Di tengah pandemi Corona, Tesco ingin merekrut sekitar 16.000 pekerja untuk memenuhi permintaan bisnis online yang melonjak. Kebijakan ini juga akan membantu perekonomian Inggris dari hantaman Corona.

Tesco merupakan jaringan supermarket terbesar di Inggris, saat penyebaran Corona terjadi juga perusahaan supermarket jumbo ini sudah mempekerjakan 4.000 orang.

Mengutip CNN.com,Senin (24/8/2020), seluruh pekerja temporer yang bergabung pada awal pandemi Corona pun ditawarkan sejumlah posisi seperti bagian pengumpul pesanan pelanggan, kurir, dan peran lainnya di toko dan pusat distribusi.

Perusahaan sekarang melayani hampir 1,5 juta pelanggan online setiap minggunya atau naik 600.000 pelanggan pada awal pandemi.

"Peran baru ini akan membantu kami terus memenuhi permintaan online untuk jangka panjang," kata UK CEO Jason Tarry.

Sejak lockdown pada Maret, membuat penjualan bahan makanan secara online melonjak di Inggris, para retailer sudah mengantisipasi perubahan kebiasaan ini. Bahkan peluang itu disorot sejak bulan lalu ketika Amazon menawarkan pengiriman bahan makanan gratis di London dan sekitarnya.

Tesco mengatakan, sebelum pandemi Corona sekitar 9% penjualan dilakukan secara online, sekarang angka itu tumbuh menjadi lebih dari 16%. Perusahaan mencatat nilai penjualan US$ 7,2 miliar atau tumbuh dibandingkan 2019.

Pengumuman pembukaan rekrutmen ini menjadi angin segar bagi para pekerja ritel di Inggris yang sebelumnya sudah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Inggris sendiri tengah dihadapi krisis pengangguran, kantor statistik Inggris mengatakan sebanyak 730.000 pekerjaan telah dicabut lantaran perusahaan menutup bisnisnya karena pandemi Corona. British Airways, BP dan Rolls-Royce menjadi salah satu yang banyak melakukan PHK.

Tesco mengatakan, jumlah pekerjaan baru dapat meningkat lebih besar lagi karena bisnis online-nya terus berkembang. Perusahaan juga berencana menawarkan pekerjaan dengan durasi enam bulan kepada 1.000 orang dengan usia di bawah 25 tahun.



Simak Video "Inggris Larang Mobil Bahan Bakar Bensin dan Diesel pada 2030"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)