Pria Ini Jadi Korban Investasi Bodong, Uang Pensiun Lenyap Rp 578 M

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2020 14:36 WIB
A man sitting at the end of a bed, deep in solemn thought.
Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Penipuan berkedok investasi dengan keuntungan besar sering kali terjadi. Biasanya penipu beroperasi melalui panggilan telepon, pesan singkat, media sosial, dan email. Kali ini penipu mengincar uang pensiunan.

Seperti yang dialami pria asal Inggris berusia 50 tahun. Menurut Pusat Pelaporan Penipuan dan Kejahatan atau Action Fraud pria itu telah kehilangan tunjangan pensiunnya senilai 30 juta pound sterling setara Rp 578 miliar (kurs Rp 19.300) sejak 2017.

Financial Conduct Authority atau otoritas pengawas keuangan Inggris mengungkap penipu biasanya target dana pensiun dalam berbagai nilai. Kisarannya dari 1.000 pound sterling (Rp 19 juta) hingga 500 ribu pound sterling (Rp 9 miliar). Menurut mereka jarang jika penipu menargetkan hingga 1 juta pound sterling (Rp 19 miliar).

Namun, yang dialami pria asal Inggris itu lebih dari perkiraan pengawas keuangan. Action Fraud mengungkap pria itu telah menjadi korban investasi dengan iming-iming simpanan dengan keuntungan yang besar.

Dikutip dari BBC, Rabu (26/8/2020), proses penipuan dimulai dengan panggilan telepon, teks, pendekatan media sosial atau email yang menawarkan ulasan pensiun gratis, atau cara untuk mendapatkan keuntungan menarik dari tabungan pensiun.

Banyak yang menawarkan pengembalian yang menarik atau investasi tinggi. Seringkali, tekanan ekstra diberikan pada calon korban dengan mengatakan tawaran tersebut memiliki batas waktu.

Biasanya korban tertarik tawaran penipuan karena mungkin tertarik untuk memperpanjang investasi mereka sebelum pensiun, dan mungkin memiliki dana pensiun yang cukup besar. Regulator Keuangan Inggris memperingatkan agar penabung berhati-hati dalam mengambil keputusan berinvestasi.



Simak Video "Investasi Kurban Tak Cair, Ratusan Orang Geruduk Rumah Mewah di Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)