Ditanya DPR Soal Nasib BUMN Pangan yang 'Sakit', Ini Kata Mentan

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2020 19:18 WIB
Jajaran Kementerian Pertanian mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI. Dalam kesempatan itu Mentan Syahrul Yasin Limpo memakai kalung antivirus Corona.
Foto: Vadhia Lidyana
Jakarta -

Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sudin meminta Menteri Pertanian memikirkan nasib tiga BUMN di sektor pangan yang sakit alias selalu merugi. Hal itu dikatakan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja.

Sudin mengatakan jika memang sudah tidak diberdayakan, lebih baik BUMN tersebut ditutup. Tiga BUMN yang dimaksud adalah PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS), juga PT Berdikari (Persero).

"Pak Menteri tolong pikirkan itu ada Pertani, ada Berdikari, ada SHS. Mau diapakan mereka ini? Kalau sudah tidak diberdayakan oleh Kementan yang konon bapaknya, selain punya bapak satu lagi BUMN, mau diapain? Kalau memang dilikuidasi, ditutup, ditutup. Tapi kalau emang dihidupkan ya tolong dipikirkan," kata Sudin di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Rabu (26/8/2020).

Menanggapi itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan nasib kelanjutan tiga BUMN yang sakit tersebut ada di tangan Kementerian BUMN. Namun selama tiga BUMN tersebut masih ada, dirinya menyebut akan tetap memberdayakannya untuk kepentingan hilirisasi pangan.

"Saya kira ini (nasibnya) harus kita bicarakan antara menteri karena itu kan di bawah Menteri BUMN, bukan kita. (Masih akan diberdayakan oleh Kementan) tentu saja kita butuh untuk hilirisasi. Kalau produktivitasnya tinggi kemudian nggak ada yang nangkap hilirnya gimana kinerjanya?," katanya.

Syahrul menyebut keberadaan tiga BUMN di sektor pangan sangat membantu Kementerian Pertanian. Meskipun terkait kinerja perlu dibicarakan.

"Kita berharap bisa membackup seluruh akselerasi pertanian dan produktivitasnya sudah bisa jalan melalui berbagai budi daya pertanian. Tetapi hilirisasinya kan membutuhkan BUMN," jelasnya.



Simak Video " Momen Mentan-Gubernur Sulbar Panen Kedelai di Polman"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)