Rapat dengan Kemendag, Anggota Komisi VI Bahas Perjanjian Dagang RI

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 15:31 WIB
Rapat Mendag Agus Suparmanto dan Komisi VI DPR bahas kerja sama RI-Australia
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikcom
Jakarta -

Komisi VI DPR RI dan Kemendag hari ini mengadakan Rapat Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah 2019. Di tengah Rapat tersebut, seorang anggota Komisi VI DPR RI, Evita Nursanti berbicara mengenai perjanjian dagang.

Menurut Evita, perjanjian dagang Indonesia dengan sejumlah negara merupakan hal yang positif. Ia lantas mengapresiasi Kemendag.

"Kami apresiasi Pak Wamendag Jerry Sambuaga atas kerja kerasnya dalam melampaui target perundingan perdagangan internasional di tengah situasi pandemi." kata Evita di lokasi, Kamis (27/8/2020).

Evita mengakui bahwa pandemi COVID-19 membuat kesulitan dalam perundingan. Karena itu menurutnya apresiasi terhadap tekad dan kerja yang baik dari Wamendag beserta jajarannya adalah hal yang harus diberikan.

Sementara itu, Jerry Sambuaga mengatakan tantangan di tengah pandemi adalah bagaimana membuat iklim perundingan bisa mendekati iklim ketika bertemu langsung. Ia menyebut penggunaan teknologi memang memudahkan untuk menyelesaikan beberapa butir (item) perundingan.

"Dan yang penting semua perundingan perdagangan itu untuk kepentingan bangsa dan negara. Itu tekad dan inti dari seluruh kerja perundingan. Jadi, kami mengukur sejauhmana kualitas hasil perundingan juga dari sejauhmana ia bermanfaat bagi kepentingan seluruh bangsa dan negara. Itu poin utamanya," papar Jerry.

Mantan Anggota Komisi I itu sempat mengingatkan kepada seluruh stake holder bahwa beberapa perundingan perdagangan sudah mulai berlaku, jadi harus segera dimanfaatkan. Ia menyebut, IA-CEPA, AHK-FTA, IJ-CEPA dan ASEAN Korea-FTA.

"Jangan lupa pula IC-CEPA antara Indonesia dan Chile sudah berlaku selama setahun ini. Dan hasilnya sungguh menggembirakan. Utilitas ekspor kita naik 160% dan masih bisa ditingkatkan lagi. itu semua peluang yang harus dimanfaatkan oleh semua stake holder atau pelaku usaha," jelasnya.

Menurutnya ada beberapa cara memanfaatkan perjanjian perdagangan dengan baik. Pertama, pelaku usaha harus meningkatkan keunggulan kompetitifnya. Kedua, pelaku usaha harus selalu melakukan inovasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen dan mitra dagang di luar negeri. Dan ketiga, pelaku usaha harus punya basis data dan sistem kerja yang makin baik.

"Kemendag punya banyak fasilitasi yang bisa membantu para pelaku usaha untuk scale up dan berinovasi. Kita punya FTA Center di 5 kota, kita juga punya pelatihan branding, pelatihan desain produksi dan sebagainya. Jadi semua sebenarnya sudah kita siapkan. Tinggal bagaimana kita meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan juga sinergi," katanya.



Simak Video "Paviliun Indonesia di World Expo Dubai Digandrungi Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)