3 Fakta soal Beli Jualan Teman yang Bisa Selamatkan Ekonomi RI

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 19:00 WIB
man hand show rupiah money on white background
Foto: iStock

2. Sisihkan Uang Jajan

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan bagi masyarakat yang memiliki uang lebih sudah saatnya membeli produk UMKM di lingkungan sekitarnya.

Dia meminta masyarakat yang memiliki uang lebih mulai melakukan konsumsi secara normal. Menabung boleh di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian seperti ini, tapi jangan terus menahan konsumsi.

"Nah kalau saya pikir bagi masyarakat, utamanya yang menengah ke atas, lalu juga yang masih kerja di sektor formal masih bisa bekerja walau pandemi, saya pikir berkonsumsi secara normal saja," kata Faisal kepada detikcom, ditulis Kamis (27/8/2020).

"Menabung ya kalau ada sisa silakan, tapi jangan lantas juga konsumsinya terlalu banyak ditahan," ujarnya.

Faisal menilai, bagi sektor UMKM saat ini cuma membutuhkan pembeli. Menurutnya, bantuan dari pemerintah sudah banyak, namun pelaku usaha kecil ini masih butuh pembeli.

"Permasalahannya paling besar ini adalah sepinya order, makanya harus digalang untuk pembelinya," ujar Faisal.

Hal senada diucapkan Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, dia menilai saat ini memang butuh kerja sama dan gotong royong dari masyarakat untuk mengungkit daya beli.

Bantuan pemerintah sendiri sudah banyak mengalir ke UMKM, namun tanpa pembelian produk para pengusaha kecil ini hal itu bisa jadi tidak efektif.

"Memang mau nggak mau sih dengan masih adanya virus ini jadi faktor membatasi konsumsi masyarakat, tapi semangat gotong royong ini mesti digaungkan supaya beban di pundak pemerintah bisa terbagi," kata Josua dihubungi terpisah.

"Masyarakat, apalagi yang menengah atas harusnya bisa kontribusi untuk beli produk usaha-usaha kecil ini," tambahnya.



Simak Video "Sisa 1 Minggu Lagi Buat RI Cegah Jurang Resesi, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]