Sewa 'Bioskop Pribadi' Bisa Pilih Ribuan Koleksi Film, Kok Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 30 Agu 2020 17:34 WIB
Bioskop rumahan - Anisa Indraini (detikcom)
Foto: Bioskop rumahan - Anisa Indraini (detikcom)
Jakarta -

'Bioskop pribadi' bisa jadi surganya pecinta film garis keras. Pasalnya bisnis ini mempunyai banyak koleksi film indie mulai dari klasik hingga kontemporer, tidak seperti bioskop pada umumnya yang hanya menayangkan film-film terbaru.

Seperti 'bioskop pribadi' bernama Subtitles. Berlokasi di Basement Darmawangsa Square, Jakarta Selatan, pihaknya memiliki ribuan koleksi DVD mulai dari festival, hingga film hollywood.

"Dari awal Subtitles punya koleksi DVD lebih dari 4.000 film dan itu nggak cuma film hollywood atau blockbuster. Kita punya dari film festival dari tahun 2000-an, sampai punya film-film hollywood yang tahun-tahun 1930-1960, terus kita juga punya banyak film Eropa dan China, Jepang atau film asia. Pokoknya kita koleksi film-nya besar banget," kata Dante selaku Social Media Officer kepada detikcom, Kamis (27/8/2020).

Dante menjelaskan koleksi film tersebut berasal dari hasil kerja sama penjual DVD baik dari dalam maupun luar negeri. DVD tersebut dinilai memiliki standar operasional karena bersifat original.

"Jadi kita punya partnership sama beberapa seller ada beberapa di luar juga. Kita bisa sampai 1-2 bulan baru dapat DVD film yang baru keluar karena kita mau beli DVD yang benar-benar bisa support film maker-nya," ucapnya.

Sesama pengusaha 'bioskop pribadi', Yohanes Mustamu sebagai pemilik Clapper Jakarta juga memiliki ribuan film yang telah dikoleksi sejak berdiri pada 2016. Dikarenakan film yang ditayangkan berbentuk DVD, pihaknya hanya membeli DVD original seperti pada umumnya.

"Itu kita beli, jadi belinya itu kan kalau film original itu harus original kan, jadi harus dapet original-nya dulu. Jadi kalau misalkan film bioskop nih sudah turun, terus dijadikan DVD kan, nah kita cari original-nya. Belinya di tempat khusus sih, jadi kita ada yang anter, kita nungguin yang orinya," kata Mus.

Selama ini pihaknya tidak membayar hak cipta karena menganggap hanya membeli lewat DVD. Lagi pula, Mus bilang, bisnisnya lebih sering menerima penonton yang membawa DVD favorit sendiri sehingga pihaknya terkadang hanya menyediakan tempat.

"Jadi kayak beli DVD saja gitu nyetel di rumah. Nggak selamanya juga film-nya dari Clapper, misalnya punya film kesukaan nih sama teman-teman, sama keluarga, mau nonton yang private gitu, 'eh seru juga kali ya nonton di rumah tapi ada bioskop mini-nya, lebih besar teaternya segala macam' nah bisa bawa DVD-nya nonton di Clapper," tandasnya.



Simak Video "Geliat Bisnis Shuttle yang Sudah Naik Kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)