Mau jadi Hub Internasional, Soetta dan Kualanamu Sudah Siap?

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 11:21 WIB
Bandara Soekarno-Hatta ramai diperbincangkan usai kepadatan penumpang terlihat di bandara itu pagi tadi. Seperti apa kondisi bandara itu kini?
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan akan menetapkan 8 bandara di Indonesia sebagai bandara yang berpotensi menjadi hub internasional. Dua di antaranya adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu.

Lalu, seperti apa kesiapannya sejauh ini?

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, kedua bandara yang berada di bawah kelolaan perseroannya tersebut secara prinsip sudah cukup siap menjadi hub internasional.

"Untuk Bandara Internasional Kualanamu dan Soekarno Hatta secara umum dan secara prinsip sangat siap dan layak untuk menjadi bandara hub," ungkap Muhammad Awaluddin kepada detikcom dalam wawancara khusus, Jumat (28/8/2020).

Terutama untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta, dari segi lokasi, kesiapan landasan pacu, kapasitas dan kriteria lainnya sudah memenuhi syarat utama menjadi hub internasional.

"Untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta sudah sangat siap karena Bandara Internasional Soekarno Hatta saat ini didukung oleh 3 terminal dengan kapasitas yang sangat besar dan 3 landasan pacu untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta sangat siap dan layak menjadi hub internasional dan itu sudah berjalan bertahun-tahun," ucapnya.

Untuk kapasitas apalagi, ditambah dengan rencana pembangunan Terminal 4 semakin menjadikan bandara ini siap menampung lebih banyak lagi penumpang.

"Walaupun Bandara Internasional Soekarno Hatta bukan menjadi tourism hub atau penerbangan hub pariwisata tapi lebih kepada penerbangan bisnis dan travelling orang. Bandara Internasional Soekarno Hatta juga siap menampung traffic berapapun artinya traffic nya yang sebesar apapun, soekarno hatta sudah sangat siap karena tadi, sebentar lagi kita juga akan membangun Terminal 4 dan lain sebagainya sehingga nanti secara pergerakan traffic angkutan udara baik pergerakan traffic penumpang maupun traffic pesawat khusus untuk di Bandara Internasional Soekarno Hatta sudah tidak ada issues lagi," tegasnya.

Demikian pula dengan Bandara Internasional Kualanamu, dari segi lokasi, kesiapan landasan pacu dan fasilitas di airside bandaranya juga dikonfirmasi sudah cukup siap. Namun, masih perlu penambahan kapasitas. Saat ini, bandara tersebut baru mampu menampung maksimum kapasitas 9 juta penumpang saja.

"Bandara Internasional Kualanamu sekarang untuk sisi udaranya tidak ada issues karena secara capacity dan facilities di airside Bandara Internasional Kualanamu itu dengan cukup 1 runway itu yang cukup panjang dengan fasilitas yang baik itu masih mampu menghadapi untuk pergerakan di sisi udara. Hanya saja perlu untuk peningkatan kapasitas di sisi terminal karena maksimum traffic yang pernah terjadi di Bandara Internasional Kualanamu itu adalah di tahun 2018 hampir mendekati 11 juta pergerakan penumpang sementara kapasitas terminalnya di Bandara Internasional Kualanamu itu hanya kurang lebih sekitar 8 sampai maksimum 9 juta," ungkapnya.

Selain itu, kebutuhan lainnya untuk kedua bandara tersebut adalah soal penentuan bandara spoke atau bandara pengumpan saja.

"Saya rasa Bandara Internasional Kualanamu dan Soekarno Hatta sudah sangat dipersiapkan, jadi penetapan oleh pemerintah itu menurut kami sangat layak tinggal mengatur nanti bagaimana bandara-bandara spoke-nya. Jadi kan konsep hub and spoke ini kan sudah diatur di dalam peraturan regulasi penerbangan nasional nah kemudian presiden meminta untuk ditata ulang kembali sehingga pengaturannya menjadi lebih baik," ungkapnya.



Simak Video "WNA Dilarang Masuk ke RI, Bagaimana Kondisi Bandara Soetta?"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)