Tito Wanti-wanti Sensus Tatap Muka Bisa Perluas Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 14:42 WIB
Mendagri Tito Karnavian angkat bicara soal lockdown yang akhir-akhir ramai dibicarakan. Apalagi setelah beberapa daerah menerapkan local lockdown. Menurut Tito, bagaimana seharusnya kepala daerah bersikap dan mengambil kebijakan?
Mendagri Tito Karnavian (Foto: 20detik)
Jakarta -

Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 tahap pendataan lapangan atau tatap muka akan dilaksanakan selama bulan September 2020. Proses SP 2020 dilakukan dalam dua tahap, pertama dilakukan secara online pada periode 15 Februari-29 Mei. kedua, secara langsung dari 1-31 September tahun ini.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap pelaksanaan SP 2020 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Dirinya tidak ingin pelaksanaan SP 2020 menjadi klaster baru dalam penyebaran virus Corona.

"Kita paham bahwa sensus penduduk kali ini dilaksanakan pada situasi luar biasa, situasi pandemi, untuk itu protokol kesehatan, prinsip 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) diterapkan sehingga tidak terjadi klaster penularan baik petugas dengan masyarakat," kata Tito dalam acara kick of Sensus Penduduk 2020 secara virtual, Senin (31/8/2020).

Agar tidak terjadi penyebaran, Tito meminta setiap petugas Sensus Penduduk 2020 harus mengantisipasi hal-hal kecil yang bisa menularkan virus Corona, seperti pemakaian bolpoin, kertas, dan lainnya. Dirinya pun meminta kepada para petugas untuk sering mencuci tangan dan mengimbau kepada masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sensus penduduk dilakukan untuk menghasilkan satu data tunggal penduduk Indonesia, yang kelak akan menjadi dasar perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Terdapat dua tujuan utama SP 2020. Pertama, menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia. Kedua, menyediakan parameter demografi (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan berbagai indikator tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dirinya berharap pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 dapat melengkapi data Dukcapil yang sudah mencakup 99% penduduk Indonesia. Menurut dia, data ini akan berguna dalam perencanaan pebangunan hingga pelaksanaan program pemerintah dalam hal ini bantuan sosial (bansos).

"99% data kependudukan sudah di Dukcapil, masih ada 1% yang belum masuk dalam database. Sensus penduduk melakukan update karena 99% data dukcapil menjadi basis data sekaligus melengkapi 1%, kita harapkan SP 2020 dapat mengcover 100% penduduk Indonesia," ungkapnya.



Simak Video "Mendagri Larang Pengumpulan Massa Saat Penetapan Paslon Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)