Pendapatan Zoom Naik 350%, Tembus Rp 9 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 08:50 WIB
Aplikasi video conference Zoom mengakuisisi Keybase untuk meningkatkan keamanan terenkripsi secara end-to-end
Foto: Zoom
Jakarta -

Aplikasi konferensi Zoom mencatat kinerja yang positif di kuartal II 2020 ini. Pendapat aplikasi ini naik 355% menjadi US$ 663,5 juta atau sekitar Rp 9,62 triliun (kurs Rp 14.500) atau di atas perkiraan para analis sebesar US$ 550,5 juta.

Laba perusahaan menjadi US$ 186 juta. Kemudian, pertumbuhan pelanggan naik 458% di banding periode yang sama tahun 2019.

Mengutip BBC, Selasa (1/9/2020), aplikasi ini menjadi penting karena kerja jarak jauh. Saham Zoom mencapai rekor tertinggi pada Senin lalu yang ditutup pada US$ 325,10. Hal itu terjadi karena perusahaan menaikkan perkiraan pendapatan tahunannya lebih dari 30% ke kisaran US$ 2,37 miliar-US$ 2,39 miliar dari proyeksi sebelumnya US$ 1,78-1,80 miliar.

Kunci keberhasilan Zoom ialah karena mampu meningkatkan jumlah pelanggan yang membayar. Perusahaan mencatat, pelanggan besarnya yakni yang menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 100.000 meningkat dua kalilipat menjadi 988 selama kuartal tersebut.

Zoom dan aplikasi pesaingnya telah melihat lonjakan platform konferensi video ini sejak tindakan lockdown dilakukan sejumlah negara.

Meski begitu, bukan tanpa risiko. Popularitas Zoom juga membebani infrastrukturnya. Lalu, yang menjadi sorotan ialah masalah peretasan. Tak hanya itu, Zoom juga menghadapi pengawasan karena memanasnya hubungan dengan China.



Simak Video "Berkat WFH, Pendiri Zoom Masuk Deretan Orang Terkaya di Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)