Nestle Bakal Akuisisi Perusahaan Pembuat Obat Alergi Rp 37 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 13:32 WIB
Nestle
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Perusahaan pembuat makanan dan minuman bernutrisi Nestlé berencana mengakuisisi perusahaan bioteknologi pembuat obat alergi Aimmune (AIMT) senilai US$ 2,6 miliar setara Rp 37,9 triliun (kurs Rp 14.600).

Dikutip dari CNN, Selasa (1/9/2020) akuisisi ini bertujuan untuk memperdalam fokus Nestlé dalam memproduksi makanan dengan tingkat kesehatan dan nutrisi.

Aimmune sendiri perusahaan yang memproduksi obat yang dirancang membantu anak-anak untuk meningkatkan kekebalan terhadap kacang. Fokusnya mengurangi alergi dan membantu mengurangi tingkat keparahan alerginya. AIMT juga telah menerima legalitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA).

Nestlé (NSRGY) memperkirakan ada 240 juta orang di seluruh dunia memiliki alergi makanan, salah satunya alergi kacang. Perusahaan, melalui divisi Ilmu Kesehatan Nestlé atau Nestlé Health Sciences, telah melakukan investasi untuk meneliti dan mengembangkan produk terkait alergi makanan. Beberapa tahun terakhir, Nestlé terus meningkatkan fokusnya pada nutrisi, kesehatan, dan kebugaran.

Transaksi akuisisi ini diperkirakan, Nestlé akan membayar US$ 34,50 per saham untuk Aimmune, hampir 175% premi dari harga penutupan saham Aimmune US$ 12,60 pada Jumat pekan lalu.

Sejak 2016, Nestlé Health Sciences telah menginvestasikan US$ 112 juta (Rp 1,6 triliun) untuk mengembangkan tes alergi susu sapi. Di tahun yang sama, Nestlé melakukan investasi pertamanya di Aimmune. Sejak saat itu, Nestlé Health Sciences telah berinvestasi di Aimmune dengan total investasi US$ 473 juta (Rp 6 triliun).

Analis Royal Bank of Canada (RBC) Capital Markets Kennen MacKay mengatakan tawaran Nestlé datang pada saat yang tepat untuk Aimmune. Karena di saat salah satu produk Aimmune, Palforzia terhenti akibat pandemi virus Corona. Bagi Aimmune, tawaran Nestlé jadi resolusi terbaik di tengah krisis saat ini.



Simak Video "BPOM Temukan 48 Ribu Iklan Obat Ilegal, Termasuk Herbal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)