Kementan Janji Perjuangkan Kendala Harga Ayam Peternak

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 18:26 WIB
Anjloknya harga ayam broiler membuat para peternak di Tulungagung kalang kabut. Untuk mengurangi risiko kerugian, para peternak menunda masa panen dan mengganti pakan.
Foto: Adhar Muttaqin
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) pastikan akan menjamin keberlangsungan usaha peternakan rakyat. Salah satunya dengan memberikan berbagai bantuan dan pendampingan serta memperjuangkan agar harga ayam peternak rakyat membaik dan menguntungkan.

"Kementan di bawah bimbingan dan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berjuang untuk kepentingan peternak rakyat. Sampai saat ini Kementan terus berjuang agar harga ayam peternak rakyat kembali membaik," ujar Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Sugiono dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2020).

Sugiono menjelaskan hingga saat ini Kementan masih terus menindaklanjuti aspirasi dari para peternak. Sesuai instruksi dari Mentan pihaknya konsisten memperjuangkan kendala para peternak. Permentan No.32 tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran dan pengawasan ayam ras serta telur konsumsi disusun untuk melindungi peternak rakyat mandiri.

"Permentan 32 disusun melingkupi semua aspek. Tidak ada lagi kuota-kuota sehingga semua integrator akan mendapat bagian hilir. Jadi pemerintah hingga saat ini masih terus berjuang untuk kesejahteraan peternak. Kita secara serius konsisten menangangani aspirasi para peternak," jelasnya saat menerima audiensi para peternak ayam terkait aspirasi perlindungan terhadap keberlangsungan budidaya ayam broiler di aula Gedung D Kementan Jakarta.

Lebih lanjut, Sugiono mengatakan Kementan sudah menetapkan program kerja hingga Desember 2020. Di mana dalam program yang sudah disusun, Kementan melalui Direktorat PKH mengutamakan keberlangsungan peternak skala kecil.

"Kementan akan melakukan berbagai cara untuk membela para peternak. Kami masih berusaha namun ini perlu waktu. Kita masih terus berupaya supaya semua peternak mandiri untung bukan rugi," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Peternak Mandiri asal kota Bandung Muchlis berharap Kementan bisa dengan tegas memberikan sanksi terhadap para pelaku usaha besar integrasi yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

"Kami meminta harga livebird di atas HPP (harga pembelian pemerintah) peternak rakyat mandiri sehingga pasar kami tidak diambil oleh integrator. Berikan sanksi tegas bila ada yang melanggar," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ganja Masih Golongan Narkotika 1"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)