Peluang Kerja di AS Terbuka Lagi, Sektor Mana Saja?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 06 Sep 2020 22:07 WIB
tenaga kerja asing
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Jumlah pekerjaan di Amerika Serikat meningkat lebih banyak di bulan Agustus. Ada dua hal yang memicunya, perekrutan pemerintah federal untuk gelaran Sensus Penduduk 2020 dan pekerjaan di sektor ritel.

Melansir dari CNBC, Minggu (6/9/2020) Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Jumat bahwa pekerja yang digaji naik menjadi 1,37 juta orang. Di atas perkiraan 1,32 juta orang yang dibuat para ekonom pada survei Dow Jones.

Tingkat pengangguran pun tercatat turun menjadi 8,4%, jauh lebih baik dari yang diharapkan 9,8%.

Dari data yang ada, rekrutan pemerintah menunjukkan angka penyediaan lapangan kerja terkuat. Arus perekrutan oleh pemerintah federal untuk keperluan Sensus Penduduk 2020 menaikkan jumlah pekerja dengan gaji bersih untuk sektor tersebut sebesar 344.000 orang.

Jumlah yang mencengangkan itu sebagian besar berkat pemerintah federal mempekerjakan 238.000 pekerja sementara Sensus 2020.

Perdagangan ritel mengambil posisi perekrutan nomer dua pada bulan Agustus dengan penambahan bersih 249.000 pekerjaan. Hampir setengah dari peningkatan itu terjadi di toko barang dagangan umum, yang mencakup departemen store, klub gudang, dan supercenter.

Sementara itu, dealer kendaraan bermotor dan suku cadang juga mengalami kenaikan pekerja signifikan sebesar 22.000. Di sisi lain, toko elektronik dan peralatan mencapai 21.000.

"Perbaikan di pasar tenaga kerja ini mencerminkan berlanjutnya aktivitas ekonomi yang telah dibatasi karena pandemi virus Corona (COVID-19). Pada bulan Agustus, peningkatan pekerjaan pemerintah sebagian besar mencerminkan perekrutan sementara untuk Sensus 2020," ujar Departemen Tenaga Kerja dalam keterangannya.

"Perolehan pekerjaan yang penting juga terjadi dalam perdagangan eceran, dalam layanan profesional dan bisnis, dalam rekreasi dan perhotelan, serta dalam layanan pendidikan dan kesehatan," lanjut keterangan tersebut.

Industri perhotelan juga terus membukukan angka yang kuat setelah babak belur di awal tahun karena COVID-19. Sektor ini menambahkan sebanyak 174.000 pekerjaan bulan lalu, diprediksi ada sekitar 75% dari pertumbuhan itu dari layanan makanan dan tempat minum.

Meskipun perolehan pekerjaan berjumlah 3,6 juta selama empat bulan terakhir, pekerjaan di layanan makanan dan tempat minum turun 2,5 juta sejak Februari.

Sementara itu, layanan profesional dan bisnis, yang mencakup berbagai macam ahli mulai dari insinyur dan arsitek hingga konsultan dan pengacara telah menambahkan 197.000 pekerjaan. Lebih dari separuhnya, atau 106.000 pekerjaan, terjadi di layanan bantuan sementara.



Simak Video "Ngaku Pejabat PT Hino Purwakarta, Dua Orang Ini Tipu Puluhan Calon Tenaga Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)