Janda Steve Jobs 'Diserang' Trump

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 07 Sep 2020 17:30 WIB
WASHINGTON, DC - JULY 21: U.S. President Donald Trump talks to holds up his face mask during a press conference in the Brady Press Briefing Room at the White House July 21, 2020 in Washington, DC. Trump focused on his administrations handling of the global coronavirus pandemic. Poll numbers about his handling of COVID-19 have been falling as cases of deadly virus have spiked across the country.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Jakarta -

Laurene Powell Jobs belum lama ini dikabarkan membuat geram Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Wanita terkaya keenam di dunia ini dianggap telah menyumbang dana untuk mendukung kampanye Joe Biden dan memiliki peran terhadap majalan yang menerbitkan cerita tentang Trump.

Trump melontarkan kritik terhadap Laurene Powell Jobs, seorang miliarder pemegang saham mayoritas di The Atlantic. Wanita terkaya keenam di dunia ini merupakan janda salah satu pendiri Apple (AAPL), Steve Jobs.

Mengutip CNN, Senin (7/9/2020) Trump mengatakan wanita yang memiliki kekayaan sekitar US$ 33,3 miliar berdasarkan Bloomberg dan sekitar US$ 20,2 miliar berdasarkan Forbes, ini sedang 'membuang-buang uang' Steve Jobs yang telah meninggal dunia dengan membeli majalah The Atlantic.

Pada hari Kamis, The Atlantic menerbitkan sebuah cerita yang ditulis oleh pimpinan redaksi Jeffrey Goldberg. Dalam cerita itu terdapat empat sumber anonim yang mengatakan Trump menyebut orang Amerika yang tewas dalam pertempuran sebagai pecundang. The Atlantic juga melaporkan bahwa Trump meminta para veteran yang terluka dijauhkan dari para militer. CNN telah mengkonfirmasi beberapa aspek dari cerita The Atlantic.

Artikel yang diterbitkan The Atlantic pun ditanggapi oleh calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden melalui akun Twitternya.

"Inilah janji saya kepada Anda, jika saya mendapat kehormatan untuk melayani sebagai panglima tertinggi berikutnya, saya akan memastikan bahwa pahlawan Amerika tahu bahwa saya akan memiliki kembali dan menghargai pengorbanannya, selalu," cuitnya.

Trump tidak tinggal diam, dalam cuitannya di minggu pagi waktu sekitar, dirinya menanggapi Charlie Kirk yang merupakan ketua kelompok mahasiswa Pro Trump Trump Students. Kirk menyiratkan motif tersembunyi dari tulisan tersebut, dia mencatat Laurene Powell menyumbang untuk Joe Biden dan memiliki majalah yang menerbitkan cerita-cerita tentang Trump.

Laurene Powell Jobs mewarisi miliaran dolar saham di Apple dan Disney dari mendiang suaminya yang meninggal pada 2011 Dia mendirikan The Emerson Collective yang merupakan organisasi sosial yang fokusnya pada pendidikan, reformasi imigrasi, lingkungan, media dan jurnalisme serta kesehatan. Pada 2017, The Emerson Collective membeli saham mayoritas di The Atlantic.



Simak Video "Deretan Cuitan Trump yang Ditandai Menyesatkan oleh Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)