Hampir 480.000 Obat Ini Diproduksi untuk Pasien Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 16:37 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah memastikan tidak ada keterbatasan fasilitas pelayanan untuk pasien COVID-19. Pelayanan mulai dari rumah sakit, tempat tidur, hingga obat-obatan dipastikan tersedia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terkait obat-obatan, pemerintah sudah memproduksi obat antivirus untuk pasien yang terpapar COVID-19, baik yang di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.

"Terkait dengan ketersediaan obat-obatan baik untuk rumah sakit maupun untuk pasien isolasi mandiri, pemerintah sudah memproduksi obat antivirus," kata Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube BNPB, Kamis (10/9/2020).

Dijelaskan obat tersebut antara lain seperti tamiflu atau oseltamivir, hingga favipiravir yang diproduksi melalui PT Bio Farma (Persero) bersama PT Kimia Farma Tbk yang jumlahnya dikatakan hampir 480.000.

"Seperti tamiflu atau oseltamivir itu minggu depan belum bertambah hampir 480.000. Kemudian juga yang terkait dengan favipiravir ini kebetulan patennnya sudah lepas sehingga juga akan diproduksi oleh Kimia Farma," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah sepakat akan menyeimbangkan antara kegiatan yang terkait dengan pencegahan penyebaran virus dan pemulihan ekonomi. Selama kegiatan produktif berlangsung, masyarakat didorong untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Kegiatan produktif tentunya akan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan mendorong sektor produktif terus berjalan menjaga protokol COVID, mendorong kampanye untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan ataupun ini yang sangat relevan terkait dengan kegiatan pilkada ke depan," ucapnya.

Pemerintah juga akan menggelar operasi yustisi untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker.

"Juga akan menggelar operasi yustisi yaitu operasi yang akan mengetatkan kedisiplinan masyarakat dan ini sudah dirapatkan juga dalam komite yang melibatkan juga wakapolri dan wakasat, sehingga ini akan terus dijalankan termasuk di perkantoran," tutur Airlangga.



Simak Video "Mengenal Remdesivir, Obat Corona yang Disetujui BPOM RI "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)