Mentan Ogah Garapannya di Kalteng Dicampur dengan Program Prabowo

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 13:52 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo hadir dalam rapat bersama Komisi IV DPR. Rapat itu membahas program kerja Kementan 5 tahun ke depan.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Pemerintah sudah mencanangkan proyek Lumbung Pangan Nasional (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mencegah krisis pangan. Proyek itu digarap oleh Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian PUPR, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan BUMN.

Lumbung pangan itu akan dibangun seluas 164.598 hektare (Ha) di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas di Kalteng.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan mulai menggarap lahan intensifikasi atau yang sudah memiliki saluran irigasi sekitar 30.000 Ha atau tepatnya 28.315 Ha, yang akan ditanami tahun ini. Sementara, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akan mulai menanam singkong di atas lahan 60.000 Ha.

"Sedikit jadi catatan bahwa Menhan (Prabowo Subianto) masuk untuk menanam singkong 60.000 Ha tahun ini,"kata Syahrul dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR RI yang disiarkan virtual, Senin (14/9/2020).

Namun, ia menegaskan proyek Prabowo itu tak akan tercampur dengan proyeknya, atau berada di luar lahan seluas 164.598 Ha tersebut.

"Dan saya nyatakan bahwa saya tidak ikut kalau yang itu, saya hanya fokus di 30.000 Ha. Dan tidak boleh dicampur yang mana yang ditanami oleh Menhan, yang nama yang ditanami oleh kami. Minta izin Pak, tapi ini menjadi catatan saja, tentu di luar Tupoksi kita," tegas Syahrul.

Ketua Komisi IV dari fraksi PDIP Sudin pun mempertanyakan pernyataan Syahrul. Ia ingin kejelasan bagaimana proyek Syahrul dengan Prabowo dipisah. "Dari 164.598 Ha dibagi?" tutur Sudin, lalu dijawab tidak oleh Syahrul.

Sudin pun menanyakan kembali di mana Prabowo akan menanam singkong itu. "Di Kabupaten mana?" tanya Sudin kembali.

Menjawab itu, Syahrul mengatakan nantinya Prabowo akan tetap menggarap penanaman singkong di lahan 60.000 Ha itu tetap akan dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Tetapi, tidak tergabung dalam lahan seluas 164.598 Ha tersebut.

"Cari lokasi lagi, karena kalau tidak mereka masuk," pungkas Syahrul.

(fdl/fdl)