Punya Potensi 600 Juta Ton, Aspal Buton Belum Bisa Sejahterakan Warga

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 13:53 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengaku prihatin soal terpuruknya aspal Buton. Sebab hingga kini, keberadaan aspal di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara itu belum mampu mengangkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Buton.

"Padahal potensi kandungan aspal yang terdapat di pulau Buton sangat besar, mencapai 600 juta ton," ujar Jazilul dalam keterangannya, Senin (14/9/2020).

"Yang lebih mengkhawatirkan, meski pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan secara besar-besaran, ternyata program tersebut tidak banyak menyerap bahan-bahan lokal khususnya aspal dari Buton," sambungnya.

Saat bertandang ke Rumah Dinas Bupati Buton, Minggu (13/9), Jazilul bilang semestinya semakin banyak pembangunan dilakukan, semakin besar bahan-bahan lokal yang bisa dimanfaatkan.

"Alasannya karena aspal Buton tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan. Ini jelas mengada-ada dan tidak berpihak pada hasil dalam negeri," ungkap Jazilul.

"Karena saat ini sudah ada teknologi yang bisa membuat aspal Buton, memenuhi persyaratan yang diinginkan," imbuhnya.

Menurut Jazilul, sulitnya aspal asal Buton menembus pasar patut diduga merupakan permainan mafia. Mereka sengaja memilih menggunakan aspal impor dibanding dari Buton karena tergiur keuntungan yang lebih besar.

Menurutnya cara-cara seperti itu lumrah dilakukan para mafia. Mereka sengaja mencari-cari alasan untuk mengganjal para pesaing, sekaligus membuka celah impor untuk mendapat keuntungan yang lebih besar.

"Kalau aspal Buton digunakan untuk membangun jalan, niscaya masyarakat ikut menikmati dampak peningkatan ekonomi. Apalagi, cadangan aspal Buton masih sangat besar, cukup untuk memenuhi kebutuhan aspal nasional sebesar 1,5 juta ton per tahun," kata Jazilul.

Sebelumnya pada acara tersebut, Bupati Buton La Bakry meminta bantuan kepada Wakil Ketua MPR terkait sulitnya aspal Buton menembus pasar. Ia bilang kondisi tersebut telah menghambat pemerintah Buton melaksanakan pembangunan. Padahal, bila kandungan bumi di pulau Buton itu bisa dioptimalkan, akan sangat membantu mensejahterakan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Jazilul didampingi Bupati Buton dan jajarannya menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi lahan aspal di Kabungka. Saat ini, kondisinya nyaris mangkrak karena tidak beroperasi maksimal.

Tumpukan aspal yang siap diolah, terlihat memenuhi lokasi di tempat tersebut. Sebagian sudah dimasukkan karung, sebagian yang lain teronggok begitu saja.



Simak Video "Heboh Isu Mata Pelajaran Sejarah Akan Dihapus, Ini Penjelasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)