Beda Garapan SYL dan Prabowo di Lumbung Pangan Kalteng

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 08:00 WIB
Kunci dari program pengembangan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah adalah penyediaan air untuk irigasi areal sawah, terutama pada lahan potensial seluas 165.000 hektar
Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Proyek Lumbung Pangan Nasional (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai digarap. Sejumlah menteri ditunjuk untuk menggarap proyek itu antara lain Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Luas lahan potensial untuk lumbung pangan itu ialah 164.598 hektare (Ha), yang terletak di 2 kabupaten yakni Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas di Kalteng.

Tahun ini, Syahrul akan akan mulai menggarap lahan intensifikasi atau yang sudah memiliki saluran irigasi sekitar 30.000 Ha atau tepatnya 28.315 Ha, yang akan ditanami padi.

Kemudian, Prabowo juga akan mulai menanam singkong di atas lahan 60.000 Ha.

"Sedikit jadi catatan bahwa Menhan (Prabowo Subianto) masuk untuk menanam singkong 60.000 Ha tahun ini,"kata Syahrul dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR RI yang disiarkan virtual, Senin (14/9/2020).

Namun, Syahrul menegaskan proyek Prabowo itu tak akan tercampur dengan proyeknya, atau berada di luar lahan seluas 164.598 Ha tersebut.

"Dan saya nyatakan bahwa saya tidak ikut kalau yang itu, saya hanya fokus di 30.000 Ha. Dan tidak boleh dicampur yang mana yang ditanami oleh Menhan, yang nama yang ditanami oleh kami. Minta izin Pak, tapi ini menjadi catatan saja, tentu di luar Tupoksi kita," tegas Syahrul.

Ketua Komisi IV dari fraksi PDIP Sudin pun mempertanyakan pernyataan Syahrul. Ia ingin kejelasan bagaimana proyek Syahrul dengan Prabowo dipisah. "Dari 164.598 Ha dibagi?" tutur Sudin, lalu dijawab tidak oleh Syahrul.

Sudin pun menanyakan kembali di mana Prabowo akan menanam singkong itu. "Di Kabupaten mana?" tanya Sudin kembali.

Menjawab itu, Syahrul mengatakan nantinya Prabowo akan tetap menggarap penanaman singkong di lahan 60.000 Ha itu tetap akan dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Tetapi, tidak tergabung dalam lahan seluas 164.598 Ha tersebut.

"Cari lokasi lagi, karena kalau tidak mereka masuk," jelas Syahrul.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jokowi Cek Lumbung Pangan di Kalimantan Tengah"
[Gambas:Video 20detik]