Ekspor-Impor Loyo, Neraca Dagang RI Masih Surplus US$ 2,33 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 11:30 WIB
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Agustus US$ 13,07 miliar atau turun 4,62% dibanding Juli 2020. Nilai ekspor ini juga turun 8,36% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Ekspor yang turun pada kedua komoditas, untuk migasnya alami penurunan 9,94% dan untuk nonmigas turun 4,35%.

Sementara impor pada Agustus 2020 tercatat US$ 10,74 miliar atau naik 2,65% dibandingkan dengan bulan Juli. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor turun drastis hingga 24,19%.

"Kalau kita lihat berdasarkan penggunaan barangnya bahwa impor barang konsumsi dan impor bahan baku untuk Agustus ini mengalami peningkatan," ungkap Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia pada Juli kembali mencatatkan surplus. Neraca dagang Juli tercatat surplus US$ 2,33 miliar.

Ini adalah keempat kalinya secara berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus. Surplus pada Juli sebelumnya menjadi yang tertinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Berikut neraca dagang 2020:

- Januari 2020 defisit US$ 870 juta
- Februari 2020 surplus US$ 2,34 miliar
- Maret 2020 surplus US$ S$ 743 juta
- April 2020 defisit US$ 350 juta
- Mei 2020 surplus US$ 2,1 miliar
- Juni 2020 surplus US$ 1,27 miliar
- Juli 2020 surplus US$ 3,26 miliar
- Agustus 2020 surplus US$ 2,33 miliar

(fdl/fdl)