Muhadjir Beberkan Banyak Hambatan dalam Pengembangan SDM, Apa Saja?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 14:44 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana.
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pelaksanaan program pembangunan sumber daya manusia (SDM) di tanah air terdapat beberapa hambatan. Salah satunya stunting.

Berdasarkan dari strategi pembangunan SDM yang dirancang oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikatakan Muhadjir, stunting, gizi buruk, dan tuberkulosis (tb) menjadi hambatan dasar dalam menjalankan program tersebut.

"Jadi mulai usia dini dan anak, dari 9 bulan kandung dan 2 tahun dalam susuan ibu. Problem berat setiap etape ini ada jebakan-jebakan pembangunan manusia sejak awal, sejak awal itu dimulai dari stunting, kerdil, tidak hanya fisik tapi yang bahaya adalah otak," kata Muhadjir dalam acara Sarasehan 100 Ekonom dengan tema Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Angka stunting saat ini sekitar 27%, Muhadjir mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) angka stunting bisa di level 14% pada tahun 2024.

"Berarti per tahun tidak boleh lebih dari 680 ribu anak dan ini sedang kita carikan strategi," jelasnya.

Dia menceritakan, dari jumlah angkatan kerja yang sebanyak 136 juta orang sekitar 54% adalah bekas stunting. Hal ini menjadi salah satu hambatan bagi tenaga kerja tanah air dalam meningkatkan skill dan keterampilan.

Selanjutnya
Halaman
1 2