143 Perusahaan Asing Mau Relokasi ke RI, Tanah Ditanggung Pemerintah

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 07:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Syailendra Hafiz Wiratama
Jakarta -

Pemerintah mengungkapkan ada 143 perusahaan asing atau multinasional yang berpotensi merelokasi atau memindahkan pabriknya ke Indonesia. Jika seluruhnya benar-benar pindah, maka pemerintah akan menanggung soal urusan pembebasan tanah.

Pemerintah mengatakan jaminan pembebasan tanah bagi investor yang membangun pabrik di tanah air sebagai upaya kemudahan investasi di Tanah Air.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ada 143 perusahaan asing yang berpotensi merelokasi atau memindahkan investasinya ke Indonesia. Dari potensi tersebut, sudah tiga perusahaan yang merealisasikannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan relokasi investasi dampak dari pandemi Corona yang terjadi di China. Menurut dia, banyak perusahaan multinasional yang memutuskan realokasi lantaran global supply chain atau rantai pasok dunia terguncang Corona.

"China merupakan negara importir sekaligus eksportir utama bagi banyak negara. Kebijakan yang diambil China untuk menekan penyebaran virus COVID sebabkan global supply chain terguncang hebat. Operasi bisnis dalam skala global terhambat dan pendapatan menurun," kata Airlangga saat menjadi pembicara kunci di acara HSBC Economic Forum, Rabu (16/9/2020).

Airlangga mengatakan, pandemi Corona memberikan banyak pelajaran berharga khususnya bagi Indonesia. Pelajaran yang bisa diambil mengenai rantai pasok global yang tidak dapat terpusat di satu negara.

Saat ini, dikatakan Airlangga banyak perusahaan multinasional yang mulai merelokasikan investasinya dari China ke negara Asia terutama kawasan ASEAN.

"Hal ini dapat jadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggantikan posisi China sebagai tujuan investasi dari hub rantai pasok global baru," jelasnya.

Mantan Menteri Perindustrian ini bilang, setidaknya ada 143 perusahaan asing yang berencana memindahkan investasinya ke Indonesia. Jumlah 143 perusahaan ini berdasarkan data BKPM.

"Saat ini terdapat 143 perusahaan (asing) yang memiliki rencana relokasi (pindahkan) investasi ke Indonesia, di antaranya dari Amerika Serikat (AS), Taiwan, Korsel, Jepang, Hong Kong, China dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan sudah ada tiga perusahaan asing yang merelokasikan investasinya ke Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. Sebanyak tiga perusahaan besar ini, dikatakan Bahlil telah memanfaatkan sekitar 140 hektar lahan dari total lahan yang disediakan pemerintah yaitu sekitar 4.000 hektar.

"Ada pabrik kaca, otomotif, dan baterai. Dan akan launching di akhir tahun ini. Ini akan mendorong investasi bisa berjalan baik," kata Bahlil.

Sementara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah terus berupaya membuat kebijakan-kebijakan yang memudahkan investasi masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan penyediaan lahan bagi investor.

Pemerintah saat ini sedang membangun kawasan industri di beberapa daerah. Salah satunya adalah Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. Kawasan tersebut nantinya akan menampung investasi perusahaan-perusahaan asing di China yang ingin merelokasikan pabriknya.

"Jadi kita bisa bersaing dengan negara lain, para investor asing dan lokal yang ingin masuk sudah tidak perlu lagi pusing membebaskan tanah. Karena tanahnya sudah tersedia, dan langsung diurus BKPM dan sudah disiapkan," katanya.

Dia menyebut, Kawasan Industri Batang di bangun di atas lahan sekitar 4.000 hektare. Kawasan tersebut sudah terintegrasi dengan infrastruktur jalan, listrik, dan air. Dia pun mengaku sudah mendapat laporan dari BKPM bahwa ada beberapa perusahaan yang siap merelokasikan investasinya ke Indonesia.

Menurut Erick, perbaikan-perbaikan yang dilakukan pemerintah saat ini menjamin masuknya investasi dalam jangka waktu yang panjang. Bahkan, dirinya pun akan melibatkan sektor swasta agar ekosistem bisnis di tanah air menjadi lebih baik.

"Kami berharap kerjasama yang sangat win win BUMN dengan swasta dan tentu tanpa melupakan dan dengan melibatkan UMKM pendukung investasi," ungkapnya.

(hek/fdl)