Ngeri... 30 Ribu Pegawai Maskapai Ini Terancam Kena PHK

Aulia Dayamanti - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 10:23 WIB
Alexander Hassenstein/Getty Images
Foto: Alexander Hassenstein/Getty Images
Jakarta -

Maskapai penerbangan dan serikat buruh Amerika Serikat mendesak pemerintah memberikan bantuan tambahan kepada industri penerbangan. Hal itu dilakukan sebab batas akhir larangan PHK untuk maskapai akan berakhir dua pekan lagi.

Dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2020) CEO American Airlines Doug Parker memperingatkan 30 ribu karyawan terancam kena PHK. Jika bantuan penggajian dari pemerintah tidak diperpanjang.

Perlu diketahui, bantuan penggajian untuk industri penerbangan telah diberikan pemerintah AS Maret lalu. Setelah maskapai menerima pembagian sejumlah uang dari bantuan US$ 25 miliar setara Rp 371 triliun (kurs Rp 14.800) maskapai penerbangan dilarang melakukan cuti paksan dan PHK hingga 30 September 2020.

Parker mengatakan maskapai telah melakukan berbagai langkah mandiri untuk memperkuat keuangan perusahaan. Bahkan 2 ribu karyawan cuti secara sukarela. Parker menegaskan permintaan penerbangan akan terus mengalami penurunan yang signifikan.

Maskapai dan serikat buruh AS mendesak pemerintah untuk memperpanjang bantuan US$ 25 miliar hingga Maret 2021. Desakan itu diajukan melalui proposal dan telah mendapat dukungan dari kongres dan Presiden AS Donald Trump. Namun, parlemen dan Gedung Putih belum menetapkan kesepakatan.

CEO United Airlines Scott Kirby mengatakan industri membutuhkan bantuan tambahan dan dia berharap bantuan itu disetujui pemerintah AS. Kirby mengatakan maskapainya berencana memangkas 16 ribu pekerja jika masa kedaluwarsa bantuan penggajian berakhir.

Serikat pekerja mengatakan akan menyetujui perjanjian untuk mencegah cuti hingga Juni 2021. Sekitar 13.000 anggota Asosiasi Pilot Jalur Udara akan memberikan suara pada perjanjian tersebut pekan depan.

(fdl/fdl)