Penyeberangan Kapal Feri ke Bali Belum Pulih, Ini Penyebabnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 14:05 WIB
Kapal yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
Kapal Feri/Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan perjalanan transportasi via jalur darat mulai bertumbuh meski belum kembali normal. Namun, hal ini belum berlaku pada perjalanan ke Bali.

Dirjen Perhubungan Darat (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan laju penumpang pada terminal tipe A secara nasional mulai mengalami kenaikan di bulan Juli setelah jatuh sangat dalam di bulan Mei.

"Terlihat dari data yang ada, produksi terminal sebelum sampai saat COVID-19 itu grafiknya turun sekali. Kemudian mulai agak meningkat saat Juli kemarin," kata Budi dalam webinar Hari Perhubungan Nasional 2020, Kamis (17/9/2020).

Dari paparannya, telah terjadi penurunan penumpang di terminal bus Tipe A sebesar 99% pada Mei 2020. Namun, jumlahnya naik pada Juni 2020 sebesar 92% dan naik 54% di bulan Juli 2020.

Pada sektor angkutan penyeberangan kapal feri, Budi menjelaskan jumlah penyeberangan orang dan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi ke Gilimanuk, Bali belum mengalami kenaikan signifikan. Syarat wajib rapid test jadi pemicunya.

"Yang agak berbeda penyeberangan yang ada di sekitar Ketapang-Gilimanuk di mana saat masuk ke Bali persyaratan sangat ketat sekali. Kalau tidak ada rapid rest masyarakat tidak boleh menyeberang," ungkap Budi.

Pada lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, per Agustus jumlah penumpang ada di angka 546.250 orang. Jumlahnya masih di bawah Februari sebanyak 811.758 orang.

Sementara itu, untuk jumlah kendaraan yang melintas tidak lebih dari 202.442 unit. Masih lebih sedikit dari Februari 394.190 unit.

Sedangkan, penumpang di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni sudah berangsur normal. Di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni, penumpang di bulan Agustus mencapai 1,5 juta orang. Jumlah itu sama seperti sebelum pandemi COVID-19 di Februari.

Adapun untuk jumlah kendaraan yang melintasi Merak-Bakauheni mencapai 409.112 unit, yang juga lebih besar dibandingkan jumlah pada bulan Februari sebanyak 332.542.

(ara/ara)