Hotel Jor-joran Kasih Diskon Buat Tarik Pengunjung

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 09:57 WIB
Kamar Hotel Harris di Batam
Ilustrasi Foto: Tauzia Hotels
Jakarta -

Diskon besar-besaran dari berbagai hotel di berbagai daerah, mulai dari hotel bintang 2 sampai bintang 5, dari diskon 50% sampai 65% bertebaran. Berbagai aplikasi pemesanan online terus memberikan notifikasi promosi besar-besaran.

Sejumlah hotel di kawasan DKI Jakarta, Kota Bandung, dan sebagainya pun memasang plang-plang di depan hotelnya yang berisikan informasi promosi menarik. Semua cara itu dikeluarkan untuk menarik pengunjung, sehingga okupansi hotel bisa merangkak naik, setelah anjlok di bawah 5% akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Meski begitu, 'napas' para pengusaha hotel untuk memberikan diskon besar-besaran ini tak bisa bertahan lama. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, tak sedikit pengusaha yang rugi demi memberikan diskon ini.

"Ya rugi, tapi kan pilihannya nggak banyak. Jadi itu pun pada satu titik si pengelola juga melihat. Kalau memang dari operasional cost nggak ter-cover, ya kemungkinan dia akan tutup operasionalnya," ujar Hariyadi dalam wawancara khusus dengan detikcom, Kamis (17/9/2020).

Ia menuturkan, jika kondisi penyebaran Corona tak kunjung membaik, ditambah harus memberikan diskon demi menarik pengunjung, maka 'napas' para pengusaha diperkirakan hanya bisa bertahan sampai bulan Januari 2020.

"Dan ini agak sulit memang. Kita melihat perkembangan dari Senin kemarin itu luar biasa. Empat hari ini saja sudah bikin kita deg-degan. Kenaikan kasusnya luar biasa. Kalau kita lihat kondisi seperti ini, sampai awal Januari, saya nggak kebayang kita punya kekuatan daya tahan ekonomi kita akan seperti apa. Karena orang kan takut semua, takut ke luar rumah, dan sebagainya," terang Hariyadi.

Ia mengakui, sejak pertengahan Juni hingga awal September 2020 memang pariwisata mulai bangkit sedikit-demi sedikit. Okupansi hotel, pengunjung restoran pun mulai bertambah.

"Ketika pariwisata mulai ramai lagi itu sangat membantu, lumayan. Tapi memang mereka ramainya hanya weekend. Jadi kalau weekdays masih berat. Tapi paling tidak lumayanlah ada pendapatan masuk," urai dia.

Namun, ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan PSBB Jakarta diperketat kembali mulai Senin, (14/9) lalu, para pengusaha sudah wanti-wanti kondisi akan terpuruk kembali.

"Jadi kalau kita bicara pariwisata itu sekarang kondisinya memang sudah melemah lagi. Kemarin kita sempat mau pemulihan. Dan terutama kalau pariwisata yang terdampak sekali itu Bali. Nah Bali itu posisinya kemarin sesudah PSBB transisi Jakarta sudah sempat naik ke 2,5%, tadinya itu kan di bawah 2%. Sekarang otomatis Bali pasti akan terpuruk lagi. Kalau Jakarta kondisinya memang masih menurun, apalagi Senin diumumkan PSBB lagi jadi drop," tandas dia.



Simak Video "Sejumlah Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)