Bikin Deg-degan, Perusahaan Logistik Ini Tawarkan PHK Sukarela

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 10:04 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Perusahaan jasa pengiriman asal Amerika Serikat (AS), United Parcel Service Inc. (UPS) berencana menawarkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sukarela. Kepala Eksekutif UPS Carol Tomé mengatakan hal itu dilakukan guna menekan biaya perusahaan di tengah pandemi COVID-19.

"Untuk menyelaraskan kerja kami dengan kebutuhan perusahaan dan pelanggan kami sangat penting untuk menjadi UPS yang lebih kuat, lebih gesit," kata juru bicara UPS, dikutip dari Reuters, Jumat (18/9/2020).

Juru bicara perusahaan mengatakan UPS akan memangkas pekerja dalam dua fase yakni pada akhir 2020, dan pertengahan 2021. Hingga saat ini belum diketahui pasti berapa jumlah pekerja yang akan diberhentikan oleh UPS.

"UPS akan memberikan penawaran pesangon sukarela kepada beberapa karyawan sebagai bagian dari transformasinya," juru bicara UPS.

Menurut laporan The Wall Street Journal, UPS memiliki hampir 500.000 karyawan pada akhir tahun lalu, termasuk 87.000 di posisi manajemen. UPS terakhir kali menawarkan PHK sukarela kepada pekerja pada 2018 dan berhasil memangkas beban US$ 200 juta.

Pekan lalu, UPS mengatakan akan mempekerjakan lebih dari 100.000 pekerja untuk masa liburan, karena jaringan pengiriman dikenai pajak oleh toko online yang dipicu pandemi COVID-19.

(ara/ara)