Punya Utang Miliaran ke China, Nasib Maladewa akan Seperti Sri Lanka?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 11:14 WIB
Maladewa
Foto: Maladewa (Thinkstock)
Jakarta -

Warga Maladewa Aminat Wahedaa bertahun-tahun menjadi pengemudi taksi di jalanan sempit hingga jalan padat ibu kota. Selama menjadi supir taksi ia paling suka mengangkut penumpang dari bandara dan menuju tempat wisata.

Sebelumnya bandara memang berada di pulau berbeda dan membutuhkan speedboat untuk menghubungkan dengan kota. Namun pada 2018 semuanya berbeda, jembatan sepanjang 2,1 kilometer (km) senilai US$ 200 juta telah dibangun dengan uang pinjaman dari China.

Wahedaa mengaku berterima kasih kepada China, karena ia bisa langsung menjemput penumpang di pintu masuk bandara.

"Setelah jembatan di bangun, transportasi menjadi lebih mudah untuk semua orang. Untuk supir taksi seperti saya juga bisa mendapatkan uang lebih banyak," kata dia dikutip dari BBC, Jumat (18/9/2020).

Dia mengungkapkan ini merupakan jembatan pertama yang dibangun di kepulauan Maladewa. Hal ini menyebabkan boomingnya properti di pulau Hulhumale.

Memang proyek infrastruktur China di negara berkembang menuai banyak kritikan. Namun di Sinamale atau yang lebih dikenal sebagai jembatan Persahabatan China dan Maladewa merupakan bukti nyata jika ini membantu masyarakat.

Namun pemerintah Maladewa khawatir utang ini menimbulkan ketergantungan dengan China. Jembatan ini adalah satu dari proyek besar yang dibangun Presiden Maladewa Abdulla Yameen kala itu. Ia memang menginginkan pembangunan dan dananya bersumber dari China.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2