Gegara Pandemi Operator Angkutan Darat Rugi Hampir Rp 16 T/Bulan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 18:05 WIB
Kementerian Perhubungan akan meningkatkan kapasitas penumpang angkutan darat baik pribadi maupun umum. Nantinya penumpang yang bisa diangkut mencapai 75 persen.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pandemi virus Corona disebut membuat sektor angkutan darat kehilangan pendapatan hingga Rp 15,9 triliun per bulan karena operasi yang sempat terhenti. Kerugian itu tercatat dalam paparan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

Jumlah itu berdasarkan hitung-hitungan kasar pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang bekerja sama dengan Organda. Kerugian itu dialami oleh seluruh angkutan darat, termasuk angkutan barang berupa truk.

Budi mengatakan khusus angkutan bus AKAP dan pariwisata sendiri jumlah kerugiannya sendiri masing-masing moda bisa mencapai Rp 1 triliun selama sebulan di tengah hantaman pandemi.

"Ini hasil diskusi dan simulasi hitungan kasar kami dengan Organda, kerugian karena penurunan produksi penumpang dan kendaraan dalam satu bulan itu kehilangannya AKAP bisa Rp 1 triliun. Untuk kendaran barang memang nggak pengaruh besar," ujar Budi dalam webinar bersama Balitbang Kemenhub, Jumat (18/9/2020).

"Namun kendaraan AKAP dan pariwisata mendapat kerugian besar," ujarnya.

Menurutnya para operator angkutan darat baru saja mengalami pemulihan penumpang usai dihantam habis virus Corona sejak awal tahun.

Paling dalam penurunan terjadi pada bulan Mei, pemulihan penumpang sendiri baru terjadi di sekitar bulan Juli.

"Selama dan sesudah PSBB, kita lihat grafik awalnya baik produksi kendaraannya maupun penumpangnya mengalami penurunan drastis. Titik akhirnya bulan Mei, di bawah sekali, nah setelah pelonggaran PSBB ini baru ada kenaikan bertahap sampai sekarang," ujar Budi.

(fdl/fdl)