Pemerintah Tak Tutup Wisata Bali Meski Kasus Coronanya Naik 100%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 20:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah telah membuka kawasan wisata Bali sejak bulan Juli 2020. Beberapa destinasi di Bali pun sudah mulai dikunjungi turis domestik. Sayangnya, memasuki bulan September terjadi kenaikan kasus baru virus Corona (COVID-19) di Pulau Dewata tersebut.

Selama 2-8 September 2020, Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan Bali menjadi provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi dengan persentase lebih dari 100%.

Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Wakil Ketua Umum Komite Penanganan sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, pemerintah tidak akan menutup kawasan wisata sepenuhnya seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Hanya saja, pemerintah akan membatasi jumlah turis yang berwisata di Pulau Dewata, serta kegiatan di sejumlah perkantoran.

"Sekarang di Bali itu acara-acara keagaman dikurangi, sesajen sementara dikurangi, kemudian perkantoran juga dikurangi. Dengan begitu turis pun sementara 2 minggu ini agak mereka kurangi, tidak ditutup seperti sebelumnya total," ungkap Luhut dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/9.2020).

Luhut mengatakan, dengan cara tersebut setidaknya perekonomian di Bali masih bergerak. "Sehingga ekonomi masih bergerak," tutur dia.

Seiringan dengan itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki manajemen rumah sakit (RS), pelayanan di ICU, dan sebagainya untuk meningkatkan kualitas penanganan virus.

"Sementara itu RS masih kita perbaiki. Jadi ICU diperbaiki sekarang sehingga lebih bagus, manajemen RS diperbaiki, sehingga kita berharap itu akan mengurangi tingkat kematian," tegas dia.

Namun, menurut Luhut, dirinya sudah menerima laporan dari Gubernur Bali Wayan Koster bahwa tingkat kesembuhan di wilayah tersebut semakin bertambah,

"Dan penyembuhan tadi baru dilaporkan Gubernur sudah meningkat tajam semenjak itu dilakukan," urainya.



Simak Video "Tinjau Penanganan Covid-19 PMI, Luhut Bahas Vaksinasi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)