Nasib Suram Bisnis Pesta Pernikahan di Ibu Kota

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 07:45 WIB
Spouses always seem to struggle to keep their relationship alive
Ilustrasi/Foto: Thinkstock

Andie Oyong mengungkapkan industri penyedia jasa pesta pernikahan babak-belur dihajar pandemi COVID-19. Sebab, dilarangnya pesta pernikahan imbas merebaknya virus Corona membuat omzet mereka anjlok.

"Kalau ditanya omzet turunnya bisa hampir 100%. Kalau kondisinya saat ini belum bisa rebound, belum bisa menutupi kerugian yang dari April itu," kata dia.

Dia menjelaskan sebenarnya saat PSBB di Jakarta dilonggarkan pada masa transisi, bisnis jasa pesta pernikahan sudah mulai bergairah lagi, di mana omzet mereka mencapai 15% dibandingkan sebelum pandemi.

Sayangnya mulai 14 September, PSBB di Jakarta kembali diperketat dan pernikahan hanya boleh diselenggarakan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan kantor catatan sipil. Itu membuat omzet mereka tergerus 90%.

"Sekarang (omzet) turun lagi, ya mungkin saat ini kita cuma ada 10%, 10% kita punya omzet ya berarti turunnya 90%," sebutnya.

Sementara bisnis jasa pernikahan di luar Jakarta sudah kembali bergairah karena daerahnya telah memperbolehkan dilaksanakannya pesta pernikahan.

"Daerah-daerah penyangga sih kayaknya Bogor, Tangerang kalau ditanya mereka sekarang sedang menikmati masanya karena sudah boleh (berkegiatan) dengan pembatasan. Mereka lagi merasakan manisnya dibandingkan DKI Jakarta ini yang babak-belur," tambahnya.

PSBB Jakarta pun membuat pesta pernikahan warga Jakarta pindah ke Tangerang hingga Bogor. Lanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Epidemiolog Tekankan Dua Syarat Jika Tempat Karaoke Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]