Huawei Mau PHK Pekerja dan Stop Investasi di Australia

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 12:44 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Produsen dan pemasok perangkat komunikasi asal China Huawei berencana memangkas sejumlah staf dan investasinya di Australia. Hal itu dilakukan akibat ketegangan hubungan China dan Austalia.

Dikutip dari Reuters, Selasa (22/9/2020) ketegangan itu berawal pada 2018, ketika Australia melarang Huawei memasok peralatan untuk jaringan seluler 5G. Larangan itu dilakukan dengan alasan risiko keamanan nasional Australia dan khawatir akan bermotif politik.

Kepala Divisi Perusahaan Huawei Australia Jeremy Mitchell mengatakan larangan Huawei 5G telah merugikan sekitar seribu pekerja dan ekonomi perusahaan.

"Kami telah berubah dari 1.200 staf menjadi kurang dari 200 dan tahun depan akan lebih rendah lagi," ujar Mitchell.

Mitchell mengungkap Huawei telah menghentikan investasi penelitian dan pengembangan senilai A$ 100 juta setara Rp 1 triliun (kurs Rp 10.600) di Australia sejak larangan 5G. Huawei juga akan mengakhiri sponsornya untuk klub liga rugby Australia setahun lebih cepat karena penurunan bisnis.

Hubungan diplomatik antara Australia dan China memburuk tahun ini setelah Australia menyerukan penyelidikan internasional independen terhadap sumber pandemi COVID-19. China marah dengan tindakan tersebut. Sejak itu China memblokir impor daging sapi Australia, memberlakukan tarif dumping pada jelai Australia, dan meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap anggur Australia.

(fdl/fdl)